TGS 2026 Bukan Sekadar Diskon, OJK Dorong Produk Tasikmalaya Tembus Pasar Global

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati (kiri) bersama Wakil Wali Kota Diky Candra Negara (tengah) dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag saat menghadiri pembukaan TGS 2026 di gedung PPIK. Rabu (7/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Upaya mendorong roda perekonomian Kota Tasikmalaya terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, serta para pelaku usaha.

Salah satunya melalui Tasikmalaya Great Sale (TGS) 2026 yang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan transaksi perdagangan, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha terhadap berbagai produk serta layanan jasa keuangan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan momentum TGS 2026 menjadi kesempatan untuk mempertemukan aktivitas perdagangan dengan penguatan inklusi keuangan.

Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan dukungan pembiayaan dan layanan keuangan yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan bisnisnya agar dapat berkembang lebih cepat.

“Melalui Financial Great Deal, kami mendorong industri jasa keuangan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan,” ujar Nofa saat menghadiri kegiatan di Aula Gedung Pusat Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya, Rabu 7 Oktober 2026.

Nofa menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi selama pelaksanaan TGS. Lebih jauh, masyarakat diharapkan semakin memahami sekaligus memanfaatkan produk jasa keuangan secara tepat.

“Kami ingin momentum TGS dan BIK 2026 tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara tepat sehingga bisa mendukung pengembangan usaha dan memperkuat perekonomian daerah,” katanya.

Dalam program Financial Great Deal, industri jasa keuangan menghadirkan sejumlah penawaran bagi masyarakat. Program tersebut melibatkan sektor perbankan maupun lembaga jasa keuangan non bank.

Beragam promo yang ditawarkan antara lain cashback, pembebasan biaya tertentu hingga promosi produk tabungan, pembiayaan, investasi, asuransi dan pergadaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.”

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tasikmalaya melihat TGS 2026 sebagai peluang untuk memperkuat posisi produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengatakan rangkaian kegiatan TGS yang disandingkan dengan peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya memiliki tujuan yang saling melengkapi.

TGS berfungsi menggerakkan transaksi dan konsumsi di daerah, sedangkan buku profil ekspor diharapkan menjadi pintu untuk memperkenalkan potensi usaha Kota Tasikmalaya kepada pasar yang lebih luas.

“Kita ingin potensi ekonomi Kota Tasikmalaya semakin dikenal dan memiliki pasar yang semakin luas. TGS menggerakkan transaksi di dalam kota, sementara Buku Profil Perusahaan Ekspor memperkenalkan kapasitas dan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas,” kata Diky.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong para pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas produksi dan berani memperluas jaringan bisnis.

“Kolaborasi ini diharapkan mendorong pelaku usaha Tasikmalaya untuk terus tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.

TGS 2026 sendiri berlangsung mulai 4 hingga 24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya sekaligus Bulan Inklusi Keuangan 2026.

Pelaksanaannya melibatkan pelaku UMKM, industri jasa keuangan, pemerintah daerah serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Selain mendorong transaksi ekonomi, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pilihan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis.

Sementara itu, peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya menjadi langkah lain dalam membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah.

Buku tersebut memuat informasi mengenai profil perusahaan, kapasitas usaha serta produk yang memiliki orientasi ekspor. Informasi itu diharapkan dapat memudahkan calon mitra maupun pembeli untuk mengenali potensi perusahaan dan produk asal Kota Tasikmalaya.

Dengan tersedianya profil tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih mudah membangun jejaring, mencari mitra strategis serta menjajaki peluang pasar baru, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapannya tentu produk dan pelaku usaha kita tidak hanya dikenal di Tasikmalaya. Kita ingin semakin banyak yang mampu masuk ke pasar nasional bahkan internasional,” kata Diky.

Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, FKIJK Priangan Timur, industri jasa keuangan dan pelaku usaha pun diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan TGS 2026.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal, memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan daya saing produk unggulan Kota Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *