INILAHTASIK.COM | Peluang kerja ke Jepang terbuka lebar, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Duta Pratama Indonesia (SMK DPI) Tasikmalaya, Lasiman, berharap lulusannya mampu mendominasi pasar kerja ke negeri Sakura.
Hal itu disampaikan Lasiman, disela sela kegiatan pelepasan siswa kelas XII angkatan ke VIII SMK Duta Pratama Indonesia, di gedung MUI Kab. Tasikmalaya, Sabtu 25 Mei 2024.
“Alhamdulillah, ada empat orang anak didik kami, lulusan angkatan ke VIII yang sudah diterima kerja di Jepang. Ini atas kerjasama dengan PT Jepang Internasional Economics,” tuturnya.
Tentu ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, atas dedikasi guru dan kolaborasi seluruh stakeholder yang ada di SMK Duta Pratama Indonesia.

Ia menyebut, sebanyak 20 persen anak didiknya berminat untuk pergi kerja di Jepang, namun terkendala izin orang tua.
“Sebetulnya banyak yang ingin ke Jepang, cuma orang tuanya tidak mengizinkan. Kita patut bangga, bahwa anak didik kita mampu bersaingan dengan lulusan S1, dan hasilnya empat orang diterima kerja di Jepang,” kata Lasiman.
Kedepan, pihaknya akan coba mengumpulkan para orang tua, dan meyakinkan mereka, sehingga ketika nanti anak anak punya keinginan untuk menggapai cita citanya kerja di Jepang bisa terwujud.
Bagi anak didik yang minat kerja di Jepang, sejak kelas X pihaknya sudah melakukan mapping bakat anak tersebut. Di tahun ini saja, kata Lasiman, sudah ada tiga anak didiknya yang siap diberangkatkan ke Jepang setelah lulus nanti.
“Kita berharap, kedepan kuota penerimaan kerja di Jepang bisa lebih banyak, dan para orang tua bisa lebih mendukung keinginan serta cita cita anaknya. Sehingga lulusan SMK DPI bisa mendominasi untuk bisa kerja di Jepang,” harapnya.
“Selain diterima kerja di Jepang, dan perusahan di dalam negeri, banyak anak didik kita yang diterima di perguruan tinggi negeri. Selain itu, ada juga yang memilih untuk menjadi wirausaha,” pungkas Lasiman.











