Puluhan Karya Seniman Cilik Warnai Pameran Bulan Menggambar Nasional di Tasikmalaya

Puluhan hasil karya lukis seniman cilik se Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dipamerkan di GCC Dadaha. Sabtu (09/05/2026).

INILAHTASIK.COM | Peringatan Bulan Menggambar Nasional di Kota Tasikmalaya berlangsung meriah. Sanggar Seni Brahmasta menggelar pameran karya lukisan seniman anak dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di Gedung Creative Center Dadaha, Sabtu 9 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara, Kepala Dinas Porabudpar Kota Tasikmalaya, maestro lukis asal Tasikmalaya Hj Rukmini, para seniman, serta tamu undangan lainnya.

Sebanyak 64 karya lukisan dipamerkan dalam kegiatan itu. Karya tersebut merupakan hasil kreativitas 40 peserta mulai dari anak usia tiga tahun hingga mahasiswa, bahkan ada pula peserta dewasa yang ikut ambil bagian.

Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara menilai seni memiliki peran penting dalam membentuk kepekaan rasa seseorang, apa pun profesinya di masa depan.

“Anak-anak ini mungkin ada yang bercita-cita jadi polisi, tentara, pilot, atau seniman. Apa pun profesinya, mereka harus punya nilai seni, karena seni berkaitan dengan rasa dan rasa itu tidak boleh dihilangkan,” ujar Diky, kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Menurutnya, kepekaan rasa sangat dibutuhkan, termasuk bagi seorang pejabat publik agar lebih peduli terhadap masyarakat.

“Kebayang kalau pejabat saja tidak punya rasa, urusannya nanti hanya pribadi sendiri. Tapi kalau punya rasa, insyaallah akan lebih sensitif secara positif. Ini pelatihan yang luar biasa,” katanya.

Diky juga menyampaikan apresiasi kepada maestro lukis Hj Rukmini yang selama ini aktif mendampingi berbagai sanggar seni lukis di Tasikmalaya.

“Saya berterima kasih khusus kepada Ibu Rukmini yang selalu setia menjadi penasehat beberapa sanggar lukis dan selalu mendukung dengan luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar Seni Brahmasta, Herman PG mengatakan pameran tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang digelar sanggarnya, bahkan dalam beberapa tahun bisa dilaksanakan dua kali.

“Bulan Mei ini merupakan Bulan Menggambar Nasional, jadi kami manfaatkan untuk event pameran anak-anak. Kebetulan karya mereka juga sudah banyak dan layak dikenalkan kepada masyarakat,” ujar Herman.

Selain pameran, kegiatan juga diisi lomba mewarnai bagi anak-anak usia dini. Menurut Herman, lomba tersebut bertujuan memberikan ruang berekspresi tanpa banyak batasan.

“Anak-anak kami bebaskan berkreasi sampai tiga jam. Mereka boleh menambahkan apa saja sesuai imajinasinya supaya tetap happy dalam menggambar,” katanya.

Tak hanya itu, Sanggar Brahmasta juga menggelar kegiatan melukis caping sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM anyaman bambu.

“Kami ingin membantu pengrajin anyaman supaya produknya terbeli. Anak-anak juga bisa berkreasi di media caping. Menariknya, karya ini rencananya akan dipamerkan lagi bulan Juli dan mudah-mudahan bisa terjual,” jelas Herman.

Di tempat yang sama, maestro lukis Hj Rukmini menilai kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk membangun rasa percaya diri anak-anak sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni.

“Ketika anak-anak bisa berkarya lalu hasilnya dipamerkan, itu menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi anak tetapi juga orang tuanya,” ujar Rukmini.

Ia menegaskan, kualitas karya seni tidak bisa diukur secara mutlak karena setiap anak memiliki gaya dan karakter masing-masing.

“Terlepas bagus atau tidak, itu relatif. Setiap anak punya style sendiri dan penikmat seni juga melihat dari sudut pandang berbeda,” katanya.

Rukmini berharap kegiatan seni seperti ini terus berkembang sehingga mampu melahirkan lebih banyak seniman muda berprestasi dari Tasikmalaya.

“Mudah-mudahan peta seni Tasik ke depan semakin meningkat. Anak-anak Sanggar Brahmasta ini sudah beberapa kali pameran di luar kota bahkan luar negeri. Itu prestasi yang patut kita banggakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *