Program BEREHAN Buka Peluang Pasar Baru bagi Peternak Lokal Priangan Timur

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati bersama sejumlah kepala SKPD Jawa Barat usai sosialisasi program BEREHAN belum lama ini.

INILAHTASIK.COM | Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Priangan Timur kini didorong untuk mempersiapkan ibadah kurban secara lebih terencana melalui program BEREHAN, sebuah inovasi yang menggabungkan edukasi keuangan dengan penguatan sektor peternakan lokal.

Program yang diinisiasi TPAKD Provinsi Jawa Barat bersama OJK Tasikmalaya tersebut mengajak ASN untuk mempersiapkan kebutuhan ibadah kurban melalui tabungan khusus yang dilakukan secara bertahap dan terencana.

Selain membantu masyarakat menyiapkan dana kurban, program ini juga membuka peluang pasar bagi peternak lokal, khususnya peternak milenial yang dilibatkan sebagai penyedia hewan kurban.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan program BEREHAN dirancang untuk menciptakan manfaat ganda, baik dari sisi peningkatan literasi keuangan maupun penguatan ekonomi daerah.

“Program BEREHAN tidak hanya membantu masyarakat, khususnya ASN, dalam mempersiapkan kebutuhan ibadah kurban secara lebih terencana dan bertahap, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi peternak lokal,” kata Nofa, Selasa 2 Juni 2026.

Pihaknya berharap program ini dapat memperluas akses pasar bagi peternak lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang saling menguntungkan.

Sebagai bagian dari implementasi program, OJK Tasikmalaya bersama TPAKD telah melaksanakan sosialisasi secara bertahap sejak April hingga Mei 2026 di tujuh kabupaten dan kota yang berada dalam wilayah kerjanya.

Kegiatan tersebut mencakup Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, serta Kabupaten Sumedang.

Sekitar 450 perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengikuti rangkaian sosialisasi tersebut. Melalui kegiatan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme tabungan kurban sekaligus manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan melalui keterlibatan peternak lokal dalam rantai penyediaan hewan kurban.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan informasi dari berbagai narasumber, mulai dari perwakilan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, pihak perbankan penyedia produk tabungan kurban, hingga peternak milenial yang berbagi pengalaman mengembangkan usaha peternakan.

Program ini menargetkan pembukaan sedikitnya 70 rekening Tabungan BEREHAN di setiap pemerintah kabupaten dan kota yang menjadi peserta. Melalui langkah tersebut, diharapkan semakin banyak ASN yang memiliki kebiasaan menabung untuk kebutuhan kurban secara terencana.

Tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, Program BEREHAN juga diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar bagi peternak lokal. Dengan adanya perencanaan pembelian hewan kurban sejak jauh hari, peternak memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperoleh kepastian permintaan.

Nofa menilai sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha peternakan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, pihaknya berharap manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta tabungan kurban, tetapi juga oleh para peternak dan masyarakat secara luas.

Ke depan, program BEREHAN diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi daerah yang mampu memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah Priangan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *