Hari Jadi ke-394 Tasikmalaya Tampil Beda, Bupati Cecep Fokus Dorong UMKM Naik Kelas

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat memberikan sambutan pada kegiatan opening seremoni Jayantara di komplek Gedung Bupati Jalan Bojongkoneng Singaparna. Jumat sore (24/7/2026). Foto | Hapid AR

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (24/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026). Berbagai kegiatan dipusatkan di Kompleks Perkantoran Bupati Tasikmalaya dan Alun-alun Manonjaya dengan mengedepankan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mengusung tema “Nyorang Mangsa Tasik Raharja“, peringatan tahun ini diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.

Beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, kriya, hasil pertanian, hingga kerajinan tangan dipamerkan untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengatakan konsep peringatan Hari Jadi tahun ini dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya diwarnai pawai jampana, kali ini pemerintah lebih menitikberatkan pada promosi produk unggulan daerah karena kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap sektor pertanian.

“Hari Jadi Tasikmalaya tahun ini memang kita kemas berbeda. Kita ingin menjadikannya sebagai momentum kebangkitan daerah. Karena hasil pertanian sedang terdampak musim kemarau, maka kita angkat potensi kriya dan kuliner khas Tasikmalaya, seperti Batik Sukapura yang dikenal sebagai batik para raja serta Opak Tasikmalaya melalui festival yang ditargetkan bisa meraih rekor MURI,” ujar Cecep, disela kegiatan opening seremoni Jayantara, Jumat sore, 24 Juli 2026.

Menurutnya, UMKM merupakan sektor yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah menyediakan ruang promosi sekaligus pendampingan agar para pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing produknya.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Melalui peringatan Hari Jadi ini, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk memamerkan produk, mendapatkan pelatihan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Harapannya UMKM bisa naik kelas, berkembang, dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Area pameran UMKM dibagi dalam beberapa zona. Di kawasan dalam kompleks perkantoran diisi oleh UMKM binaan Bank Indonesia Tasikmalaya dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, sedangkan area luar diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dari masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Manfaat kegiatan tersebut mulai dirasakan para pelaku usaha. Salah satunya Lefi, pedagang yang menjual aneka salad, dimsum, dan makanan khas Sunda. Ia mengaku antusias dapat mengikuti pameran karena menjadi kesempatan memperkenalkan produknya kepada lebih banyak pengunjung.

Alhamdulillah senang sekali bisa ikut jualan di sini. Pengunjungnya ramai, jadi kesempatan mengenalkan produk juga lebih besar. Biasanya omzet harian bisa mencapai Rp 10 juta, dan selama tiga hari kegiatan ini saya berharap bisa memperoleh omzet sekitar Rp 20 juta,” ujar Lefi.

Selain pameran UMKM dan festival kuliner serta kriya, rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya juga diisi dengan pagelaran seni budaya, senam massal, hiburan rakyat, hingga puncak acara berupa Upacara Hari Jadi dan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang akan digelar pada Minggu (26/7/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *