Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dinkes Tasikmalaya Keluarkan Imbauan Penting untuk Warga

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. Aa Ahmad Nurdin MM, MH

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi beberapa hari terakhir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, mulai melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan seluruh kepala Puskesmas. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas surat edaran Gubernur Jawa Barat terkait kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. Aa Ahmad Nurdin MM, MH, mengatakan pihaknya telah menyampaikan sejumlah instruksi kepada jajaran Puskesmas agar meningkatkan kesiapsiagaan apabila abu vulkanik sampai berdampak terhadap masyarakat.

“Pada hari ini kami menyampaikan beberapa hal sesuai dengan instruksi dari Pak Gubernur mengenai antisipasi terjadinya penyebaran abu vulkanik yang diakibatkan letusan Gunung Anak Krakatau,” ujar Aa Ahmad Nurdin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut tenaga kesehatan, tetapi juga fasilitas pelayanan kesehatan yang berpotensi menjadi tempat penanganan warga apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Ia memastikan fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit di Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini memiliki sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau melihat kebutuhan untuk menangani pasien yang seandainya terpapar abu vulkanik, di Puskesmas, apalagi di rumah sakit, tentu sudah tersedia. Makanya kami kira semuanya sudah sangat siap,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak hanya mengandalkan kesiapan fasilitas kesehatan. Para kepala Puskesmas juga diminta lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah sederhana yang dapat dilakukan apabila abu vulkanik mulai terlihat atau dirasakan di lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar maupun di area yang terpapar abu. Selain itu, kebersihan tangan perlu dijaga dengan rutin mencuci tangan.

Khusus jika mata terkena abu, masyarakat diminta tidak menguceknya karena dapat menyebabkan iritasi. Sebaiknya mata segera dibersihkan menggunakan air.

“Kalau terkena mata jangan dikucek. Sebaiknya segera cuci muka. Kemudian area rumah ditutup, begitu juga tempat-tempat makanan. Air juga harus selalu dalam kondisi tertutup,” jelas Aa.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan juga harus dibarengi kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Sebab, setiap kondisi bencana memiliki karakteristik serta kebutuhan penanganan yang berbeda.

“Untuk masalah teknis, nanti tentu akan kita lakukan pada saat penanganannya secara langsung. Yang penting tenaga kesehatan harus siap dan memahami langkah yang harus dilakukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *