INILAHTASIK.COM | Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendapat respons luas dari kalangan aparatur sipil negara di berbagai daerah. Tidak hanya diikuti pejabat internal, proses lelang jabatan tersebut juga menarik minat peserta dari sejumlah kabupaten, kota, hingga instansi pemerintah pusat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya Saehuri, mengatakan seleksi terbuka kali ini dilakukan untuk mengisi empat posisi strategis yang saat ini mengalami kekosongan.
“Empat jabatan yang dilelang secara terbuka ini adalah posisi Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Kesehatan, Asisten Administrasi Umum, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD),” ujar Rudi, saat ditemui di kantornya, Jumat 5 Juni 2026.
Menurutnya, pelaksanaan open bidding tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2019. Melalui mekanisme seleksi yang terbuka dan kompetitif, pemerintah daerah berupaya mendapatkan pejabat yang memiliki kompetensi dan kinerja terbaik.
Rudi menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya saat ini telah memperoleh predikat kategori baik dalam penerapan manajemen ASN berdasarkan Keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 531 Tahun 2024 dengan nilai 313 dan indeks 0,76.
“Gambaran pelaksanaan sistem merit ini merujuk pada transparansi seleksi terbuka. Ada tiga pilar utama yang kami terapkan dalam open bidding ini, yaitu kualitas, kompetisi, dan kinerja,” katanya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemkab Tasikmalaya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian hingga mencapai kategori sangat baik.
“Untuk mencapai predikat sangat baik, standar nilainya berada di angka 324. Kami optimistis target tersebut bisa diraih melalui proses seleksi yang objektif dan transparan,” ungkapnya.
Tingginya animo peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 44 orang selama masa pendaftaran yang dibuka secara daring sejak 20 Mei hingga 4 Juni 2026. Para pelamar berasal dari berbagai daerah dan instansi, menunjukkan bahwa posisi strategis di lingkungan Pemkab Tasikmalaya memiliki daya tarik tersendiri.
“Karena seleksi ini bersifat terbuka secara nasional, siapa pun yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti. Saat ini ada pelamar dari Kota Blitar, Kabupaten Lahat, Samosir, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut, bahkan dari kementerian,” jelas Rudi.
Tahapan seleksi administrasi telah selesai dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026). Hasil verifikasi administrasi diumumkan secara terbuka melalui laman resmi BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya agar dapat diakses oleh masyarakat maupun peserta.
“Hari ini hasil evaluasi administrasi akan langsung kita rilis dan umumkan secara transparan melalui website resmi BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.
Peserta yang dinyatakan lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti tahapan Assessment Center yang dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat. Tahap ini menjadi bagian penting dalam mengukur kompetensi manajerial, sosial kultural, dan kepemimpinan para kandidat.
Untuk menjamin independensi proses seleksi, Pemkab Tasikmalaya melibatkan panitia seleksi yang terdiri dari unsur pemerintah provinsi dan akademisi. Ketua panitia seleksi dijabat Kepala BKD Provinsi Jawa Barat dengan anggota dari unsur Asisten Pemerintahan Provinsi Jawa Barat serta akademisi dari Universitas Padjadjaran.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, hasil akhir seleksi terbuka JPT Pratama tersebut rencananya akan diumumkan pada awal Juli 2026 sebelum dilanjutkan dengan pelantikan pejabat yang terpilih mengisi empat jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.











