INILAHTASIK.COM | Maraknya kabar mengenai aksi orang berkostum pocong yang digunakan sebagai modus kejahatan di sejumlah daerah belakangan ini membuat masyarakat semakin waspada. Namun, cerita berbeda datang dari Kampung Batulawang, Desa Cidadali, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Seorang warga bernama Yogi mengaku mengalami kejadian yang sulit dijelaskan saat melintas di jalan kampung menuju lokasi pembuatan kopra pada Jumat malam, 5 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Ia mengaku melihat sosok berpakaian serba putih berdiri di tengah jalan dalam kondisi lingkungan yang gelap.
Menurut Yogi, malam itu dirinya sedang berada di saung pembuatan kopra. Sekitar tengah malam ia keluar menggunakan sepeda motor untuk membeli ikan asin peda yang akan digunakan untuk makan bersama.
“Saya lihat ada yang berdiri di tengah jalan. Awalnya saya kira orang biasa yang sengaja menakut-nakuti. Tapi setelah saya dekati, ternyata berbeda,” ujar Yogi saat menceritakan pengalamannya, Sabtu 6 Juni 2026.
Ia menuturkan, kondisi jalan saat itu sangat gelap sehingga cahaya lampu sepeda motor hanya mampu menerangi area secara samar. Dari jarak sekitar 50 meter, ia mulai melihat sosok berwarna putih berdiri di tengah jalan.
“Kelihatannya seperti manusia yang memakai pakaian serba putih. Saya sempat membunyikan klakson beberapa kali supaya kalau memang orang bisa menyingkir, tapi dia tetap diam di tempat,” katanya.
Karena penasaran, Yogi terus mendekati sosok tersebut hingga berjarak sekitar 10 meter. Ia kemudian menghentikan motornya dan mengamati sosok itu selama beberapa menit sambil membaca ayat suci Al-Qur’an. Bahkan, ia mengaku sempat mengambil foto menggunakan telepon genggamnya.
“Saya perhatikan terus. Setelah hampir tiga menit, sosok itu perlahan bergerak menjauh. Tapi gerakannya bukan seperti orang berjalan. Saya lihat seperti melayang, lalu perlahan berubah menyerupai asap putih,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut membuatnya ketakutan hingga segera melanjutkan perjalanan kembali ke saung pembuatan kopra.
Yogi mengaku pengalaman itu merupakan yang pertama kali dialaminya selama bertahun-tahun beraktivitas hingga larut malam di kawasan tersebut. Bahkan ketika menceritakan kejadian itu kepada warga sekitar, awalnya tidak ada yang mempercayainya.
“Teman-teman dan tetangga awalnya tidak percaya. Mereka bilang mungkin saya salah lihat. Tapi setelah saya tunjukkan foto yang saya ambil, baru mereka mulai percaya kalau memang ada sesuatu yang saya lihat malam itu,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini dirinya lebih sering mendengar suara-suara aneh dibanding melihat penampakan secara langsung.
“Kalau suara-suara aneh, seperti suara perempuan tertawa, kadang pernah terdengar. Tapi kalau melihat wujudnya secara langsung, baru kali ini,” tutur Yogi.
Sementara itu, pemilik kebun sekaligus lokasi saung pembuatan kopra, Dudi Gandana, mengaku terkejut mendengar cerita yang dialami Yogi. Menurutnya, selama puluhan tahun mengelola kebun tersebut, dirinya tidak pernah mengalami kejadian serupa.
“Kebun ini milik orang tua saya dan sejak kecil saya sering ikut ke sini. Sampai sekarang juga masih saya yang mengurus. Tapi kalau melihat hal seperti yang diceritakan Yogi, saya belum pernah mengalaminya,” kata Dudi.
Ia menjelaskan bahwa lokasi kebun dan jalan tersebut tidak berada di kawasan terpencil karena berdekatan dengan permukiman warga. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga cukup ramai pada siang hingga sore hari.
“Jalan ini setiap hari dipakai warga yang pergi ke kebun dan sawah. Lokasinya juga dekat dengan perkampungan, jadi tidak dikenal sebagai tempat yang angker,” ujarnya.
Meski demikian, kisah yang dialami Yogi kini menjadi perbincangan warga setempat. Sebagian menganggap kejadian itu sebagai pengalaman mistis, sementara yang lain memilih menyikapinya dengan hati-hati dan menunggu penjelasan yang lebih pasti terkait sosok berpakaian putih yang disebut terlihat di kawasan tersebut.











