INILAHTASIK.COM | Warga Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, digemparkan oleh penemuan sesosok pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon karet di kawasan perkebunan Gunung Sabeulah, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban diketahui bernama Mimin, warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos lengan panjang berwarna merah dan celana jins biru yang sudah lusuh.
Kapolsek Cipatujah Iptu Agus Kasdili mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak menyadap getah karet di kebun miliknya.
“Yang pertama kali menemukan korban adalah warga yang sedang akan menyadap pohon karet di kebun,” ujar Agus, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut keterangan saksi kepada petugas, saat berada di area perkebunan ia melihat sesuatu yang mencurigakan dari kejauhan. Awalnya saksi mengira benda tersebut adalah seseorang yang sedang berada di bawah pohon.
“Dari jarak sekitar 100 meter, saksi melihat seperti ada orang yang menggantung. Setelah didekati dan diperhatikan lebih jelas, ternyata benar itu adalah tubuh manusia yang tergantung di pohon karet,” kata Agus.
Sontak temuan tersebut membuat saksi terkejut dan berteriak meminta pertolongan warga. Dalam waktu singkat, sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.
Petugas dari Polsek Cipatujah bersama Tim Inafis Polres Tasikmalaya kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat jeratan kain sarung yang diikatkan ke leher dan dahan pohon karet.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal akibat jeratan kain sarung yang digunakan untuk menggantung dirinya,” jelas Agus.
Terkait dugaan motif, pihak kepolisian memperoleh keterangan dari keluarga bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis dalam beberapa waktu terakhir.
“Berdasarkan keterangan keluarga, kemungkinan korban mengalami depresi. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta yang ada,” ungkapnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok yang selama ini tinggal di lingkungan tersebut.











