Kekeringan Kian Parah, 1.150 KK di Bojonggambir Tasikmalaya Alami Krisis Air Bersih

Puluhan warga yang didominasi ibu ibu tampak tengah mengantri bantuan air bersih yang di distribusikan Tagana bersama Pemuda Pancasila PAC Bojonggambir dan KSB. Kamis (23/7/2026).

INILAHTASIK.COM | Kemarau yang terus berlangsung mulai mengancam kebutuhan dasar masyarakat di Kecamatan Bojonggambir. Tak ingin warga berlarut-larut mengalami krisis air bersih, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya turun langsung menyalurkan 12.000 liter air bersih ke dua desa terdampak.

Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan bersama Pemuda Pancasila Pimpinan Anak Cabang (PAC) Bojonggambir dan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Bojonggambir sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Padangkamulyan yang mencakup dua dusun dan 11 RT. Bantuan itu diperkirakan dapat dimanfaatkan sekitar 700 kepala keluarga (KK). Sementara 6.000 liter lainnya didistribusikan ke Desa Mangkonjaya untuk memenuhi kebutuhan sekitar 450 kepala keluarga.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan penyaluran air bersih merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu kami bersama Pemuda Pancasila PAC Bojonggambir dan anggota KSB bergerak menyalurkan total 12.000 liter air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap bisa terpenuhi,” ujar Jembar, kepada wartawan, Kamis 23 Juli 2026.

Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen menjadi kunci dalam penanganan bencana kekeringan, terutama untuk mempercepat distribusi bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Semangat gotong royong seperti ini sangat penting agar penanganan dampak kekeringan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Jembar menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait apabila kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat.

“Kami akan terus melakukan asesmen di wilayah-wilayah yang terdampak. Jika masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, tentu kami siap berkoordinasi untuk melakukan pendistribusian lanjutan sesuai kemampuan yang ada,” tegasnya.

Ia berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *