INILAHTASIK.COM | Bencana tanah longsor terjadi di kawasan Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 19 Juli 2026 sekitar pukul 16.45 WIB. Peristiwa yang terekam video oleh warga itu memperlihatkan detik-detik amblesnya tebing disertai pohon-pohon besar yang tumbang hingga menimbun areal persawahan.
Dalam rekaman video yang beredar, suasana mencekam terlihat saat tanah mulai bergerak perlahan. Sejumlah pohon bergoyang sebelum akhirnya roboh mengikuti longsoran. Terdengar pula suara seorang warga melantunkan shalawat, sementara seorang ibu berteriak memanggil anaknya yang saat itu sebelumnya berada di area sawah.
Video tersebut direkam oleh Diki, warga setempat, yang saat kejadian berada di pematang sawah di depan lokasi longsor.
“Awalnya saya melihat pohon kelapa dan pohon petai bergoyang-goyang, padahal saat itu tidak ada angin kencang. Karena merasa ada yang tidak biasa, saya langsung merekam. Tidak lama kemudian tanah dan pepohonan langsung longsor,” ujar Diki.
Material longsoran berupa tanah dan pepohonan kemudian meluncur ke bawah hingga menimbun hamparan sawah milik warga.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Dusun Kampung Naga, Abah Otoy, mengatakan lokasi yang tertimbun sebelumnya dipenuhi warga yang sedang bekerja di sawah.
Menurutnya, sekitar 45 menit sebelum longsor terjadi, sejumlah petani masih melakukan aktivitas menanam padi, membersihkan rumput, hingga mencari belut di area tersebut.
“Sebelumnya banyak ibu-ibu yang sedang tandur (menanam padi), ada yang membersihkan sawah, saya sendiri sedang mengatur aliran air. Bahkan ada anak-anak yang sedang mencari belut di sawah,” kata Abah Otoy.
Ia menjelaskan, seluruh warga kemudian meninggalkan sawah setelah mendengar adzan Ashar untuk melaksanakan shalat. Tak lama berselang, tebing di atas persawahan runtuh.
“Alhamdulillah mereka sudah pulang setelah adzan Ashar. Saat longsor terjadi saya baru keluar dari masjid, lalu mendengar warga berteriak. Ketika sampai di lokasi, sawah sudah tertutup tanah dan pohon-pohon yang tumbang,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 2,5 hektare lahan persawahan tertimbun material longsor. Sedikitnya 35 petak sawah milik delapan warga terdampak.
“Total ada sekitar 35 petak sawah milik delapan warga Kampung Naga yang tertimbun. Semuanya baru ditanami benih padi, bahkan ada yang baru selesai ditanam siang harinya,” pungkas Abah Otoy.











