INILAHTASIK.COM | Balai POM di Tasikmalaya memanfaatkan siaran radio sebagai medium untuk memperluas edukasi keamanan pangan kepada masyarakat. Bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, lembaga tersebut menggelar siaran bertema Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman melalui Radio Purbasora FM pada Rabu, 24 Juni 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi, terutama jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah. Melalui media radio, informasi diharapkan menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari orang tua, guru, pelaku usaha pangan, hingga para siswa.
Dalam siaran tersebut, narasumber dari Balai POM di Tasikmalaya, Safitri, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ciri-ciri pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Menurut dia, jajanan dengan warna yang terlalu mencolok, tekstur yang tidak wajar, daya simpan yang terlalu lama tanpa penyimpanan memadai, maupun aroma yang menyengat patut dicurigai sebagai produk yang menggunakan bahan tambahan di luar ketentuan.
“Sebagai konsumen, kita perlu lebih teliti dalam memilih pangan. Jangan mudah tergiur oleh warna yang sangat mencolok atau tampilan yang menarik. Belilah pangan dari penjual yang menjaga kebersihan dan, untuk pangan olahan kemasan, biasakan selalu melakukan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa,” kata Safitri.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Epi Edwar Lutfi, menilai keamanan pangan tidak dapat hanya mengandalkan pengawasan pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi kunci untuk mencegah risiko kesehatan akibat mengonsumsi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Ia mengajak orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya atau diproduksi secara tidak higienis.
“Edukasi dan pengawasan yang dilakukan secara bersama akan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi kesehatan masyarakat,” ujar Epi.
Balai POM di Tasikmalaya berharap edukasi melalui media massa mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih pangan yang aman sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang menyediakan jajanan sehat dan berkualitas.
Menutup siaran, Nabhiela dari Balai POM di Tasikmalaya kembali mengingatkan bahwa keamanan pangan harus menjadi perhatian dalam setiap pilihan konsumsi.
“Ingat, bukan pangan jika tidak aman. Keamanan pangan adalah hak setiap masyarakat dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya. Mari menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memilih pangan yang aman demi kesehatan diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.
Balai POM di Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan akan terus memperluas edukasi keamanan pangan melalui berbagai kanal komunikasi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus melindungi generasi muda dari risiko pangan yang tidak aman.











