INILAHTASIK.COM | Penggunaan media sosial yang semakin masif di kalangan masyarakat mendorong Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, H. Oleh Soleh, menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memberikan edukasi literasi digital kepada pengurus dan anggota Fatayat NU Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah makan di Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Rabu 12 Agustus 2026. Edukasi menyasar para perempuan yang dinilai memiliki peran strategis dalam keluarga sekaligus aktif bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Oleh Soleh mengatakan, Fatayat NU menjadi kelompok penting untuk mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara sehat. Sebab, para anggotanya tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat.
“Kali ini kita mengedukasi Fatayat NU karena mereka sering berkumpul dan merupakan organisasi yang hidup serta banyak terjun langsung ke bawah, ke masyarakat. Karena itu kami menggandeng Komdigi untuk mengedukasi emak-emak ini agar bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Oleh Soleh.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital tidak mungkin dibendung. Karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus pengetahuan yang cukup agar tidak mudah terpengaruh konten negatif.
“Kita tidak bisa melawan kemajuan teknologi. Yang harus kita lakukan adalah beradaptasi. Kita harus punya pengetahuan mana konten yang buruk, mana konten yang baik, bagaimana membedakannya dan bagaimana mengantisipasinya,” katanya.
Ia menilai, persoalan literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Lebih jauh, masyarakat perlu memahami dampak dari setiap informasi dan konten yang dikonsumsi maupun dibagikan melalui media sosial.
Terlebih, menurut Oleh Soleh, keluarga memiliki posisi penting dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan gawai. Orang tua dituntut tidak sekadar memberikan akses teknologi, tetapi juga membangun pendampingan dan pengawasan.
“Anak-anak tidak akan sukses kalau semua elemen bangsa tidak ikut menyukseskan upaya menjaga mereka. Karena itu, peran keluarga sangat penting, termasuk dalam menjaga anak-anak dari kontaminasi gawai yang negatif,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberhasilan program PP Tunas sebagai salah satu upaya membangun lingkungan digital yang lebih sehat bagi anak-anak.
“Kita tadi juga menyampaikan pentingnya menyukseskan PP Tunas dalam rangka menjaga anak-anak dari kontaminasi gawai yang negatif. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Oleh Soleh berharap anggota Fatayat NU tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, informasi yang beredar di ruang digital diharapkan dapat disikapi secara lebih kritis sehingga masyarakat tidak mudah terjebak hoaks, konten negatif, maupun penggunaan media sosial yang berisiko bagi anak dan keluarga.











