PAUD Harapan Jaya Akhirnya Punya Listrik Sendiri Bantuan dari PLN dan DPRD Kota Tasikmalaya

Foto bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, PLN dan warga sekolah PAUD Harapan Jaya, usai penyerahan bantuan pemasangan listrik gratis secara simbolis, Rabu 30 Juli 2026.

INILAHTASIK.COM | Warga sekolah di PAUD Harapan Jaya, Kampung Citaman RT 01 RW 06 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, kini merasa lega dan bisa senyum sumbringah, lantaran tidak harus rutin mencolokan saluran kabel setiap pagi hari ke rumah tetangga ketika akan memulai jam belajar, dan sorenya dicabut kembali.

Harapan dan penantian PAUD Harapan Jaya yang ingin memiliki listrik sendiri akhirnya terealisasi pada Rabu 30 Juli 2026, dimana Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 (Tawang, Cihideung, Bungursari) Kepler Sianturi bersama PLN ULP Tasikmalaya Kota menyerahkan secara simbolis bantuan pemasangan listrik gratis 450 VA kepada sekolah tersebut.

Pemasangan listrik gratis di PAUD Harapan Jaya merupakan tindak lanjut dari “Jabar Caang”  sebagai program prioritas Gubernur Jawa Barat.

Kendati demikian, Kepler mengaku prihatin karena sampai sekarang ini masih banyak warga termasuk lembaga-lembaga pendidikan khususnya jenjang PAUD yang belum memiliki meteran listrik sendiri, sehingga harus “nyolok” ke masjid atau tetangga.

Kepler mengaku mendapat aspirasi dari masyarakat sehingga membuatnya proaktif berkomunikasi dengan PLN. Dari dapil 1, ia mengajukan sebanyak 10 titik bantuan untuk warga tidak mampu dan juga lembaga PAUD. Ia pun mengapresiasi respon cepat dari PLN.

Hal itu, katanya, sebagai wujud nyata pemerintah hadir untuk orang miskin dan lembaga pendidikan khususnya PAUD agar bisa menikmati penerangan yang baik. Ke depan, Kepler juga mendorong agar penerima mendapat subsidi token agar beban bayarnya tidak berat.

Sementara, Manager ULP Tasikmalaya Kota, Nanda Yoni Ardiana, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut disalurkan melalui program Light Up The Dream (LUD). Dananya berasal dari swadaya donasi pegawai PLN.

Ia menyebut, sasaran programnya luas, yakni untuk perorangan, sekolah, madrasah, hingga yayasan sosial dan Lembaga Pendidikan seperti PAUD.

“Prosesnya setelah data masuk tim PLN verifikasi kelayakan, estimasi waktu dari pengajuan ke realisasi sekitar dua minggu, setelah dana terkumpul. Harapan kami\, penerima bisa memanfaatkan listrik untuk kehidupan sehari-hari dan kegiatan belajar-mengajar,” ucapnya.

Kemudian, Kepala Seksi PAUD Disdik Kota Tasikmalaya, Teti Rohayati, mengapresiasi sekaligus berharap bantuan serupa bisa berlanjut ke tingkat Kelompok Bermain (Kober) di pelosok.

Pihaknya pun sangat mendukung terhadap program aspirasi tersebut mengingat sejauh ini masih banyak Lembaga PAUD yang menumpang di madrasah dan belum mempunyai penerangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *