Perkuat Peran RT-RW, DPC ARWT Kota Tasikmalaya Gelar Peningkatan Kapasitas Kelembagaan

Para pengurus PAC dan Ranting ARWT tampak hadir memadati ruangan untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan yang digelar DPC ARWT. Rabu (4/11/2026).

INILAHTASIK.COM | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) Kota Tasikmalaya terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pengurus RT dan RW. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan yang digelar di RM Sambel Hejo, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Rabu, 4 November 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pemahaman para pengurus RT dan RW dalam menjalankan fungsi pelayanan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan pemerintah.

Sejumlah unsur pemerintah dan kepolisian turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Kasat Binmas Polres Tasikmalaya Kota, serta para Ketua PAC dan Ranting ARWT se-Kota Tasikmalaya.

Ketua Panitia, H. Guswana, mengatakan peningkatan kapasitas kelembagaan merupakan agenda penting yang harus terus dilakukan. Terlebih, kepengurusan RT dan RW mengalami pergantian secara berkala sehingga pengurus baru membutuhkan pembekalan agar memahami tugas dan tanggung jawabnya.

Menurutnya, RT dan RW memiliki posisi strategis karena menjadi garda terdepan sekaligus penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Berbagai kebijakan dan program pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, pada akhirnya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui peran RT dan RW.

“Penguatan kelembagaan ini harus terus dilakukan. Karena kepengurusan RT dan RW berganti setiap lima tahun, maka pengurus yang baru perlu kembali diberikan arahan dan pembekalan agar memiliki wawasan yang memadai dalam menjalankan tugas di lingkungan masyarakat,” ujar Guswana.

Ia menegaskan, pengurus RT dan RW tidak cukup hanya memahami administrasi pemerintahan. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, wawasan luas, serta mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pasalnya, kondisi sosial masyarakat sangat beragam, baik dari sisi karakter, pemikiran maupun kepentingan. Karena itu, pengurus lingkungan harus mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik.

“RT dan RW ini merupakan corong pemerintah. Apa pun program dari pemerintah pusat, provinsi maupun kota, pada akhirnya akan bermuara di lingkungan masyarakat. Karena itu, pengurus RT dan RW harus cerdas, memiliki wawasan, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Guswana juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, pendekatan kekeluargaan, gotong royong dan keterbukaan menjadi modal utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, DPC ARWT Kota Tasikmalaya juga memberikan penghargaan kepada tiga Pengurus Anak Cabang (PAC) ARWT yang dinilai memiliki kinerja dan tata kelola organisasi yang baik.

Ketiga PAC penerima penghargaan tersebut yakni PAC Cibeureum, PAC Purbaratu, dan PAC Tawang.

Guswana menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi PAC lainnya agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi.

Penilaian tidak hanya didasarkan pada soliditas internal kepengurusan, tetapi juga menyangkut hubungan dengan masyarakat, khususnya dalam menerapkan prinsip keterbukaan dan kejujuran.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah transparansi pengelolaan administrasi, termasuk informasi mengenai iuran warga serta berbagai urusan kependudukan.

“Keterbukaan menjadi hal yang sangat penting. Pengurus harus transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk terkait administrasi dan keuangan. Kalau semuanya terbuka dan dikelola dengan jujur, kepercayaan masyarakat terhadap pengurus RT dan RW akan semakin kuat,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, seluruh pengurus ARWT di Kota Tasikmalaya semakin profesional, solid, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan pembangunan.

“Semua aspek kehidupan masyarakat di tingkat RT dan RW harus dikelola dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat. Tujuan akhirnya bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi bagaimana keberadaan RT dan RW bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Guswana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *