Tagana Kembali Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sukaraja

Distribusi penyaluran bantuan air bersih kepada warga Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja. Jumat (14/8/2026). Foto | Dok. Tagana

INILAHTASIK.COM | Keterbatasan air bersih masih menjadi persoalan bagi sejumlah warga di Kabupaten Tasikmalaya. Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya kembali turun tangan dengan menyalurkan 6.000 liter air bersih ke Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja, Jumat 14 Agustus 2026.

Bantuan tersebut didistribusikan ke tiga titik yang mengalami kebutuhan air bersih, yakni Kampung Cibulak RT 01 RW 02 dengan sasaran sekitar 70 kepala keluarga (KK), Kampung Galumpit RT 02 RW 02 sebanyak sekitar 45 KK, serta Kampung Galumpit RT 04 RW 02 yang dihuni sekitar 50 KK.

Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk aktivitas sehari-hari.

“Hari ini kami mendistribusikan sekitar 6.000 liter air bersih ke tiga titik di Desa Tarunajaya. Bantuan ini kami arahkan kepada warga yang memang membutuhkan, sehingga diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari,” ujar Jembar.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, TAGANA berupaya hadir ketika warga membutuhkan dukungan di tengah kondisi kekurangan air.

Jembar menuturkan, aksi serupa sebelumnya juga telah dilakukan FK TAGANA di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang mengalami keterbatasan air bersih. Salah satunya pendistribusian 18.000 liter air bersih ke Desa Cikubang pada 12 Agustus 2026, yang menyasar sejumlah kampung dan membantu sekitar 380 kepala keluarga.

“Beberapa hari sebelumnya kami juga melakukan distribusi air bersih di Desa Cikubang. Artinya, kami terus memantau wilayah-wilayah yang membutuhkan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun unsur terkait agar bantuan bisa tepat sasaran,” katanya.

Ia menegaskan, TAGANA tidak hanya bergerak ketika terjadi bencana dalam skala besar. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi darurat, termasuk kekurangan air bersih, juga menjadi bagian dari kepedulian sosial dan kebencanaan.

“Kami ingin TAGANA benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan air bersih, kami berupaya merespons sesuai kemampuan dan sumber daya yang ada,” tutur Jembar.

Jembar berharap distribusi air bersih tersebut dapat sedikit meringankan beban warga Desa Tarunajaya. Di sisi lain, ia mendorong penguatan koordinasi antara TAGANA, pemerintah desa, BPBD, serta unsur lainnya untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

“Harapannya kebutuhan warga bisa terbantu. Kami juga terus mengedepankan koordinasi, karena penanganan persoalan air bersih membutuhkan kerja bersama dan respons yang cepat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *