INILAHTASIK.COM | Pencegahan korupsi dan kekerasan di sekolah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya. Pemerintah kota mendorong penguatan integritas dan budaya sekolah yang aman melalui sinergi kebijakan pusat dan daerah.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, saat membuka kegiatan Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Penanganan Kekerasan dalam Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman di Hotel Horison, Selasa, 27 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat tata kelola pendidikan yang bersih sekaligus mempercepat penerapan program pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
Diky menilai, pendidikan berkualitas tidak cukup hanya diukur dari prestasi akademik. Sekolah juga harus menjadi ruang belajar yang melindungi siswa dari perundungan, intoleransi, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan.
Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan integritas serta komitmen bersama dari pemerintah, tenaga pendidik, pengelola sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Kita berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, satuan pendidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya sekolah yang positif,” ujar Diky.
Ia mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memilih Kota Tasikmalaya sebagai lokus pelaksanaan kegiatan internalisasi tersebut. Diky berharap kegiatan ini memperkuat langkah pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang berintegritas sekaligus melindungi hak-hak siswa.
Diky juga mengaitkan upaya tersebut dengan program unggulan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Tasik Pintar, yang diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan dan mendukung transformasi sistem pendidikan di daerah.
Menurut dia, pelaksanaan program pendidikan di tingkat kota perlu berjalan searah dengan kebijakan nasional. Karena itu, pencegahan korupsi dan penanganan kekerasan di sekolah harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan Tasik Pintar, bukan sekadar program yang berjalan sendiri-sendiri.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah, kata Diky, diperlukan agar penerapan kebijakan pendidikan berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan begitu, sekolah diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
Ia menegaskan, pencegahan korupsi serta penghapusan kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja nyata lintas sektor.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap budaya sekolah yang menjunjung tinggi integritas, keamanan, dan sikap saling menghormati semakin kuat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang berkembang dalam lingkungan pendidikan yang berkualitas.











