INILAHTASIK.COM | Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan jajaran Polres Tasikmalaya. Kali ini, melalui program Green Policing, kepolisian mengajak berbagai unsur pemerintah dan masyarakat untuk turun langsung menjaga kebersihan sungai sekaligus memulihkan ekosistem perairan.
Aksi peduli lingkungan tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 6 November 2026. Kegiatan dipusatkan di aliran Sungai Cikupa dan Sungai Selawangi dengan agenda kerja bakti membersihkan sampah serta gulma yang mengganggu aliran air.
Dipimpin Kapolsek Leuwisari, Iptu Aripin, kegiatan itu melibatkan unsur Muspika, Camat Leuwisari, serta Kepala UPT Dinas Perikanan Leuwisari. Kebersamaan lintas instansi tersebut menjadi bentuk sinergi dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terpelihara.
Tidak hanya membersihkan sungai, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran sebanyak 2.000 benih ikan air tawar. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan keberadaan populasi ikan di habitat perairan alami.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kapolsek Leuwisari Iptu Aripin mengatakan, Green Policing merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui Green Policing, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama, bukan justru dijadikan tempat pembuangan sampah,” ungkap Aripin.
Ia menjelaskan, pembersihan sungai memiliki manfaat penting untuk menjaga kelancaran aliran air. Penumpukan sampah dan gulma yang tidak terkendali berpotensi menghambat aliran sungai, bahkan meningkatkan risiko genangan maupun banjir.
Sementara itu, penebaran ribuan benih ikan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sumber daya hayati di perairan darat.
“Kami berharap benih ikan yang ditebar bisa berkembang dengan baik. Karena itu, masyarakat juga perlu ikut menjaga habitatnya dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem sungai,” katanya.
Aripin menegaskan, gerakan pelestarian lingkungan tidak akan memberikan hasil maksimal apabila hanya mengandalkan satu instansi. Diperlukan kesadaran dan partisipasi masyarakat agar kebersihan sungai dapat terus dipertahankan.
“Menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah atau kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Kami ingin kegiatan seperti ini mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya.











