INILAHTASIK.COM | Aktivitas belajar mengajar di SDN Cioray, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai kembali berjalan lebih nyaman. Puluhan siswa yang sebelumnya harus belajar di teras dan ruang guru setelah bangunan sekolah ambruk, kini bisa mengikuti pelajaran di dalam tenda darurat.
Fasilitas sementara tersebut didirikan oleh jajaran Polres Tasikmalaya sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak sekolah ambruk.
Pada Kamis, 5 November 2026, suasana sekolah tampak berbeda. Meski belum bisa menggunakan ruang kelas seperti biasanya, para siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran di bawah tenda bantuan kepolisian.
Sebelumnya, bangunan SDN Cioray mengalami kerusakan hingga ambruk total setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi pada Sabtu dini hari (30/10/2025). Kondisi itu membuat pihak sekolah harus mencari alternatif tempat belajar agar kegiatan pendidikan tidak terhenti.
Sebelum tenda didirikan, proses pembelajaran terpaksa dilaksanakan di ruang guru dan bagian teras sekolah dengan kondisi yang kurang memadai.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, pendirian tenda darurat merupakan langkah konkret kepolisian untuk membantu mengatasi keterbatasan sarana pendidikan yang dialami para siswa.
Menurutnya, kerusakan bangunan sekolah tidak boleh sampai menghilangkan kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar meskipun sekolahnya mengalami kerusakan. Karena itu, kami hadir membantu menyediakan tempat belajar sementara yang lebih layak, sehingga mereka tidak harus berdesakan atau khawatir kehujanan saat mengikuti pelajaran,” kata Ade Papa Rihi.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap dunia pendidikan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjalankan arahan Kapolri dan Kapolda, khususnya melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
“Polri harus selalu hadir bersama masyarakat. Ketika ada anak-anak kita yang membutuhkan bantuan, termasuk dalam kondisi seperti ini, tentu kami harus bergerak. Setidaknya, dengan adanya tenda ini, mereka memiliki tempat yang lebih nyaman untuk melanjutkan kegiatan belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Bojonggambir IPDA Yayat Very Hidayat bersama personelnya turut melakukan pendampingan di lingkungan sekolah. Selain memastikan aktivitas belajar berlangsung dengan baik, kepolisian juga memberikan edukasi kepada siswa dan tenaga pendidik terkait pentingnya menjaga keselamatan di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.
Para siswa diingatkan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika hujan deras terjadi. Pasalnya, intensitas hujan yang masih cukup tinggi berpotensi memicu berbagai bencana di wilayah Bojonggambir.
Dalam kesempatan tersebut, kepolisian juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap rajin belajar dan tidak kehilangan semangat meskipun harus menjalani kegiatan sekolah dalam keterbatasan.
Bantuan tenda darurat itu pun mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Kehadiran tenda darurat menjadi solusi sementara agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap bangunan sekolah yang rusak.
Ade berharap, dukungan tersebut dapat membantu para siswa tetap fokus menuntut ilmu dan tidak menjadikan musibah yang dialami sekolah sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.
“Jangan sampai kondisi bangunan sekolah yang rusak membuat anak-anak kehilangan semangat belajar. Mereka harus tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.











