INILAHTASIK.COM | Upaya memulihkan aktivitas pendidikan di SDN Cioray, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, terus dilakukan setelah bangunan sekolah tersebut ambruk pada Jumat (30/10/2026) malam.
Sebagai langkah penanganan sementara, Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama jajaran Polres Tasikmalaya turun langsung mendirikan tenda darurat di lingkungan sekolah, Jumat, 6 November 2026.
Tenda tersebut disiapkan untuk menjadi ruang belajar sementara bagi para siswa dan tenaga pendidik agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terus terganggu akibat kerusakan bangunan sekolah.
Sebelumnya, bangunan SDN Cioray yang berada di Kampung Cioray RT 01/RW 02 itu dilaporkan ambruk sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa tersebut membuat fasilitas pendidikan di sekolah itu tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pemasangan tenda darurat merupakan bentuk respons kemanusiaan untuk membantu anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun sekolah mereka tengah mengalami musibah.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar dampak kerusakan bangunan tidak sampai membuat aktivitas belajar para siswa terhenti terlalu lama.
“Kami berupaya membantu menyediakan tempat belajar sementara agar anak-anak tetap bisa mengikuti kegiatan pendidikan. Jangan sampai musibah yang menimpa bangunan sekolah justru membuat semangat belajar mereka ikut terhenti,” ujar Jembar.
Ia menjelaskan, keberadaan tenda darurat diharapkan dapat menjadi solusi sementara sampai fasilitas sekolah mendapatkan penanganan lebih lanjut dan kembali bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan.
Jembar juga mengapresiasi langkah cepat Polres Tasikmalaya yang turut dalam penyediaan fasilitas darurat di SDN Cioray.
“Penanganan seperti ini membutuhkan kebersamaan semua pihak. Langkah cepat kepolisian Polres Tasikmalaya menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak musibah, merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia berharap, dengan tersedianya ruang belajar sementara, para siswa SDN Cioray dapat kembali menjalani proses pembelajaran dengan lebih baik sembari menunggu penanganan bangunan sekolah yang ambruk.
“Harapan kami, anak-anak tetap memiliki tempat yang layak untuk belajar. Pendidikan harus terus berjalan meskipun dalam kondisi darurat. Semoga fasilitas sekolah ini segera mendapatkan penanganan sehingga aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal,” pungkasnya.











