INILAHTASIK.COM | Inovasi pembelajaran berbasis praktik kembali membuahkan hasil manis bagi SMK Pusat Keunggulan (PK) Nurussalam Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui pengelolaan Rumah Produksi Tanaman (RPT) berbasis green house, sekolah tersebut sukses menggelar panen raya melon untuk keempat kalinya.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus II SMK PK Nurussalam, Kamis, 5 November 2026, tidak hanya menjadi ajang unjuk keberhasilan siswa dalam bidang pertanian, tetapi juga menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga tampak berdatangan untuk membeli sekaligus merasakan pengalaman memetik melon langsung dari kebun.
Panen raya tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, unsur Muspika, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Kepala SMK PK Nurussalam Salopa, Dedi ZM, mengatakan keberhasilan panen keempat ini merupakan hasil konsistensi pengembangan kompetensi siswa, khususnya pada program keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Menurutnya, keberadaan green house menjadi sarana pembelajaran produktif yang memungkinkan para siswa mempraktikkan langsung proses budidaya hingga pemasaran hasil pertanian.
“Panen raya keempat ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di jurusan ATPH berjalan produktif. Anak-anak tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses budidaya hingga menghasilkan produk pertanian yang memiliki nilai jual,” ungkap Dedi.
Menariknya, kesuksesan panen kali ini tidak terlepas dari strategi pemasaran yang dilakukan pihak sekolah melalui media sosial. Sebelum kegiatan berlangsung, sekolah telah membuka pemesanan secara daring sehingga masyarakat bisa membeli melon dan memanennya sendiri di lokasi.
Strategi tersebut mendapat respons positif. Saat hari panen tiba, warga yang sebelumnya sudah memesan secara online berdatangan untuk memilih buah melon terbaik yang masih menggantung di tanaman.
Seorang pembeli, Euis, mengaku tertarik membeli melon hasil budidaya siswa karena harganya terjangkau dan bisa dipetik langsung dari kebun.
“Kemarin saya sudah pesan secara online sebanyak 10 buah. Harganya murah sekali, kita juga bisa memilih sendiri dan memetik langsung dari tanamannya. Jadi ada pengalaman tersendiri,” tuturnya.
Adapun varietas melon yang dibudidayakan di green house SMK PK Nurussalam di antaranya jenis Crunch dan Dalmatian. Kedua varietas tersebut memiliki karakteristik buah berukuran besar dengan cita rasa manis yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Pihak sekolah menjual hasil panen dengan harga Rp 35.000 per kilogram. Harga yang relatif terjangkau untuk melon berkualitas premium tersebut membuat antusiasme pembeli cukup tinggi hingga seluruh hasil panen berhasil terjual dalam waktu singkat.
Dedi menyebut tingginya minat masyarakat menjadi dorongan bagi sekolah untuk memperluas pengembangan sektor pertanian. Ke depan, pihaknya berencana menghadirkan lebih banyak komoditas buah dan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dibutuhkan masyarakat.
“Antusiasme masyarakat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kreativitas dan kemampuan peserta didik. Insyaallah ke depan kami akan mengembangkan berbagai jenis tanaman lain, terutama komoditas yang berorientasi pada kebutuhan konsumsi sehari-hari,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat. Kasubag TU KCD Wilayah XII, Hadian, S.Pd, M.Pd, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai SMK PK Nurussalam telah menunjukkan keberhasilan dalam mengoptimalkan potensi program keahlian yang dimilikinya.
Ia menilai, keberhasilan menggelar empat kali panen raya dalam kurun waktu dua tahun terakhir menjadi indikator bahwa pembelajaran berbasis produksi dapat berjalan secara nyata dan berkelanjutan.
“Ini merupakan salah satu bukti keberhasilan sekolah dalam mengelola program keahlian ATPH. Dalam dua tahun terakhir, mereka sudah mampu melaksanakan panen raya sebanyak empat kali. Ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” kata Hadian.
Keberhasilan SMK PK Nurussalam Salopa tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa sekolah kejuruan memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan kewirausahaan dan ketahanan pangan berbasis pendidikan.











