INILAHTASIK.COM | Menghadapi masa libur panjang dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan. Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pelayanan khusus rawat jalan hingga penguatan layanan gawat darurat.
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD KHZ Musthafa, dr. Leni Mulyani, mengatakan bahwa selama periode libur Lebaran, pelayanan kesehatan tidak sepenuhnya dihentikan. Pihaknya akan membuka satu poli khusus guna melayani pasien yang membutuhkan kontrol rutin.
Menurutnya, layanan ini diperuntukkan bagi pasien yang tidak bisa menunda pemeriksaan atau pengobatan, seperti pasien pascaoperasi yang memerlukan perawatan lanjutan maupun pasien dengan terapi obat tertentu yang harus dikonsumsi secara berkelanjutan.
“Walaupun libur Lebaran, kami tetap membuka satu poli layanan. Ini untuk memastikan pasien yang harus kontrol tetap mendapatkan pelayanan,” ujar dr. Leni, Rabu 11 Maret 2026.
Selain itu, rumah sakit juga mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang biasanya terjadi saat arus mudik dan libur panjang. Untuk menghadapi situasi tersebut, pihaknya menyiapkan sistem dukungan tenaga medis tambahan.
Ia menjelaskan, selain tiga tim utama yang bertugas dalam sistem shift, pihak rumah sakit menyiapkan satu tim cadangan yang siap dipanggil sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan pasien.
“Tim cadangan ini siaga dari rumah dan dapat langsung dipanggil jika kondisi di IGD membutuhkan tambahan tenaga,” jelasnya.
Di sisi lain, kata Leni, pihaknya juga tengah merancang pengembangan fasilitas layanan kesehatan dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah penambahan kapasitas tempat tidur pasien.
Pada tahap pertama yang ditargetkan terealisasi tahun 2026, jumlah tempat tidur akan ditingkatkan dari 248 unit menjadi sekitar 270 unit. Pengembangan tersebut kemudian akan dilanjutkan pada tahap kedua di tahun 2027 dengan target mencapai 300 tempat tidur.
Tidak hanya menambah kapasitas rawat inap, rumah sakit juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan berbagai peralatan medis modern yang telah dimiliki, seperti CT Scan, mamografi, dan panoramik, agar dapat memberikan layanan diagnostik yang lebih maksimal kepada masyarakat.
Sementara itu, dari sisi keuangan, kondisi tata kelola RSUD KHZ Musthafa juga mulai menunjukkan perbaikan. Kepala Bagian Tata Usaha RSUD KHZ Musthafa, Wiwin Winaningsih, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah membantu menyehatkan kondisi keuangan rumah sakit melalui pembayaran sebagian piutang Jamkesda.
Pada akhir Februari lalu, Pemkab Tasikmalaya mengucurkan dana sebesar Rp 23,4 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk menyelesaikan sejumlah kewajiban keuangan rumah sakit.
“Sebagian besar dana digunakan untuk melunasi kewajiban kepada bank BJB sebesar Rp 20 miliar. Sisanya sekitar Rp 3,4 miliar dipakai untuk membayar utang perbekalan kesehatan, termasuk obat-obatan, oksigen, dan biaya praktik,” kata Wiwin.
Ia menambahkan, setelah pembayaran tersebut, sisa kewajiban Jamkesda yang masih harus diselesaikan kini tinggal sekitar Rp 8 miliar. Kondisi ini dinilai cukup membantu menjaga stabilitas operasional rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, pihaknya berharap pelayanan kesehatan bagi warga Kabupaten Tasikmalaya tetap berjalan optimal, termasuk selama masa libur Lebaran.











