Opini  

Adab Pelajar Kian Merosot, Alarm Bahaya Dunia Pendidikan

INILAHTASIK.COM | Kamis, 16 April 2026 media sosial diramaikan dengan aksi sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta yang melakukan sikap tak pantas terhadap salah satu guru di sekolah tersebut. Dalam video viral tersebut para siswa melakukan aksi nir adab, mereka mengacungkan jari tengah bahkan menjulurkan lidah ke arah guru yang sedang berjalan meninggalkan ruang kelas.

Kasus di atas bukan pertama kali terjadi di dunia pendidikan negeri ini. Guru kerap diremehkan, dilawan, bahkan dipermalukan oleh muridnya. Itulah fakta hari ini. Padahal, dahulu guru sangat dihormati, dijunjung tinggi, dan didengar. Kini semua itu mulai hilang. Kemajuan teknologi yang tak dibarengi ilmu dan akidah sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat hari ini, termasuk para pelajar. Alhasil, banyak kasus tidak bermoral dihasilkan dari kecanggihan teknologi.

Ruang kelas yang semestinya menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan adab, justru berubah menjadi panggung perilaku yang jauh dari nilai hormat. Hal ini menunjukkan alarm kegagalan pendidikan dalam sistem kapitalisme sekuler.

Kenapa?? Karena pendidikan hari ini fokus pada capaian akademik, nilai ujian, dan prestasi. Sementara pembentukan karakter dan adab sering kali hanya menjadi pelengkap. Lagi-lagi kapitalisme menjadikan materi dan kepuasan jasadiyah sebagai landasan hidup mereka. Sedangkan akidah mereka dibentuk untuk memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga dalam berkehidupan mereka bebas menjalankan tanpa aturan agama yang mengikat.

Keluarga sebagai lingkungan pertama pendidikan, tak lagi optimal. Ibu yang seharusnya menjadi madrasah al ‘ula sudah mulai melemah. Tuntutan ekonomi telah memaksa para ibu keluar rumah guna membantu para pencari nafkah. Akhirnya, anak-anak besar dalam didikan pengasuh atau orang lain. Dan ketika di luar atau di sekolah mereka tidak memiliki batasan yang jelas dalam bersikap terhadap guru.

Selain keluarga peran masyarakat pun harus ada. Sebab, anak-anak tak selamanya di dalam rumah, mereka harus berinteraksi dengan yang lainnya. Jika masyarakat tempat anak-anak berinteraksi rusak, jauh dari aturan pencipta, maka akan terbentuk anak-anak yang rusak juga.

Adapun negara adalah bagian terpenting yang bisa menyelesaikan problematika ini. Sebab, kondisi masyarakat bisa dilihat dari sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara dalam menjalankan amanahnya. Selama sistem itu berasal dari akal manusia yang terbatas, maka kerusakan alam dan manusia bisa kita saksikan di mana-mana. Banjir, longsor, gempa, perzinahan, pembunuhan, perundungan, dan lainnya.

Oleh karena itu dalam problem krisis adab di kalangan generasi, diperlukan solusi serius dan menyeluruh.

Pertama, pendidikan yang diberikan harus berbasis akidah IsIam. Dengan ini, tujuan pendidikan bukan lagi pencapaian akademik tetapi mencetak generasi yang bershaksiyah IsIam, yakni generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap IsIam. Pendidikan berbasis akidah bukan hanya mentransfer ilmu, tapi juga membentuk cara pandang hidup yang menjadikan halal dan haram sebagai standar dalam berfikir dan bertingkah laku.

Kedua, negara wajib menjamin kesejahteraan para guru. Guru sejahtera akan lebih optimal dalam melaksanakan tugasnya. Pada masa khalifah Umar bin Khattab kebijakan gaji guru sebesar 15 dinar diberikan sebagai bentuk penghargaan dan memuliakan para guru. Kalau dikonversikan ke emas sama dengan 63,75 gram emas.

Ketiga, negara juga wajib menjaga ruang publik termasuk ruang digital dari berbagai konten yang merusak moral generasi. Negara akan menyaring dan mengawasi media sosial supaya terjaga dari konten yang membahayakan masa depan generasi.

Peran negara yang menjalankan fungsinya dengan baik seperti di atas, dan menerapkan sistem IsIam secara keseluruhan di setiap aspek kehidupan tersebut adalah bentuk praktis dari sebuah Hadist.
Rosulullah Saw bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya” (HR. Bukhari & Muslim).

Wallaahu ‘alam

Oleh : Yayat Rohayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *