INILAHTASIK.COM | Arus mudik Lebaran yang identik dengan kelelahan dan kemacetan, kini terasa berbeda di pusat Kabupaten Tasikmalaya. Pos Pelayanan Terpadu yang berdiri di Alun-alun Singaparna hadir bukan hanya sebagai tempat beristirahat, tetapi juga menawarkan pengalaman unik bagi para pemudik.
Rabu (18/3/2026) siang, Agni (23) bersama istrinya, Yuni (21), memilih berhenti sejenak setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju Cineam. Kondisi Yuni yang sempat pusing membuat mereka memutuskan singgah untuk beristirahat.
Setibanya di lokasi, Yuni langsung mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan. Sementara itu, Agni memanfaatkan layanan pijat gratis untuk meredakan pegal setelah berjam-jam berkendara.
“Perjalanan jauh banget, panas juga. Alhamdulillah di sini bisa istirahat, bahkan ada layanan kesehatan sama pijat. Sangat membantu,” kata Agni.
Yang membedakan pos ini dengan rest area pada umumnya adalah keberadaan museum mini yang mengangkat sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Tasikmalaya, KHZ Musthafa. Pemudik dapat melihat berbagai replika benda bersejarah, mulai dari bambu runcing hingga pakaian pejuang, sambil membaca kisah perjuangan santri di masa lalu.
Konsep tersebut sengaja dihadirkan agar pemudik tidak hanya melepas lelah, tetapi juga menambah wawasan sejarah.
Selain itu, fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, seperti ruang laktasi untuk ibu menyusui, area bermain anak, mushala, toilet bersih, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Suasana humanis juga terasa kuat di pos ini. Sejumlah anggota kepolisian tampak berinteraksi langsung dengan pemudik. Anak-anak terlihat antusias saat dihibur dengan permainan sulap, sementara lantunan musik marawis yang dibawakan polisi wanita menambah suasana hangat.
Kepala Pos Pam Terpadu Alun-alun Singaparna, AKP Aan Supyadi, menyampaikan bahwa konsep pelayanan ini memang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pos pelayanan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga nyaman dan menyenangkan. Pemudik bisa beristirahat, mendapatkan layanan kesehatan, sekaligus belajar sejarah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga menyiagakan layanan “Motor Senyum” yang berpatroli di sekitar jalur Singaparna. Tim ini bertugas membantu pengendara yang mengalami kendala di perjalanan, termasuk memberikan bantuan bahan bakar hingga membagikan takjil saat waktu berbuka tiba.
“Motor Senyum kami siagakan untuk respon cepat di lapangan. Kalau ada pemudik yang butuh bantuan, anggota langsung bergerak,” tambahnya.
Kehadiran Pos Terpadu Singaparna ini pun menjadi angin segar bagi para pemudik. Tidak sekadar tempat singgah, tetapi juga menjadi ruang istirahat yang menghadirkan rasa aman, nyaman, sekaligus kebanggaan akan sejarah daerah.











