INILAHTASIK.COM | Di era modern saat ini, sosok perempuan inspiratif adalah mereka yang mampu menyelaraskan karier profesional yang cemerlang dengan tanggung jawab organisasi dan keluarga.
Sosok tersebut tercermin nyata dalam diri Ny. Almira Try Suhandy MS, seorang desainer dan fashion stylist berbakat yang kini mendedikasikan dirinya sebagai Ketua Penred Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 321 Cabang XI Brigif 13 Koorcab Divif 1 PG Kostrad.
Sebagai pendamping dari Kapten Inf. Try Suhandy MS yang menjabat sebagai Pasilog di Batalyon Yonif 321 Majalengka, Ny. Almira Try membawa semangat inovasi ke dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana.
Selaku Ketua Penred (Penerangan dan Redaksi), latar belakangnya sebagai seorang analis senior dan desainer menjadi aset yang sangat berharga. Beliau memiliki visi untuk membawa komunikasi dan citra organisasi menjadi lebih dinamis, rapi, dan informatif, sejalan dengan perkembangan zaman digital saat ini.
Lahir di Bandar Lampung pada 16 Maret 1998, Ny. Almira Try menunjukkan ketertarikan yang mendalam pada dunia seni dan desain sejak dini. Untuk mengasah talenta alaminya, beliau menempuh pendidikan tinggi di LaSalle College International Jakarta, salah satu institusi mode paling bergengsi di dunia.

Melalui program D4 yang diselesaikannya, Ny. Almira Try tidak hanya mendapatkan keahlian teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang industri kreatif global.
Perjalanan kreatif Ny. Almira Try dicirikan oleh keberaniannya dalam memadukan dua dunia yang berbeda. Karya-karyanya, yang telah menghiasi panggung bergengsi seperti Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF), menampilkan desain baju yang unik nan modern namun tetap membumi.
Ciri khas utama dalam setiap rancangannya adalah:
Sentuhan Tenun Tradisional: Ny. Almira Try menghidupkan kembali wastra nusantara dengan menyisipkan aksen tenun tradisional yang menghiasi setiap benang keindahannya.
Penggunaan tenun ini bukan sekadar hiasan, melainkan elemen yang memberikan kedalaman makna pada setiap potong busana. Desain Kontemporer: Siluet yang dihasilkan tetap mengikuti tren global terkini elegan, berani, dan fungsional, sehingga tenun tradisional dapat dinikmati dalam konteks gaya hidup masa kini.
Filosofi dalam Jahitan: Beliau percaya bahwa setiap karya adalah cerita yang hidup. Melalui perpaduan motif tenun yang sarat makna dan potongan modern, Ny. Almira Try menciptakan harmoni antara warisan luhur dan visi masa depan.

Perjalanan karier Ny. Almira Try di dunia mode adalah sebuah catatan prestasi yang mengagumkan. Sejak tahun 2018, namanya telah menghiasi berbagai panggung besar, termasuk: Runway & Designer: Menampilkan karya autentiknya di panggung bergengsi seperti Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) selama dua tahun berturut-turut (2018-2019), serta keterlibatan dalam acara besar seperti Bogor Model Hunt dan World Ikat Textile Symposium 2019. Expert Fashion Stylist: Keahliannya dalam mengarahkan gaya dipercaya oleh berbagai brand besar dan kampanye nasional. Mulai dari iklan Sprite (YouTube), kampanye perbankan di Bank Mandiri, hingga keterlibatan dalam kampanye brand kesehatan dan kecantikan seperti MRCC RS Siloam dan Druide Biolove. Analisis & Kolaborasi:
Beliau pernah menjabat sebagai Senior Analyst di Momentor Company dan menjalin kolaborasi erat dengan media ternama seperti Majalah Nova.
Meskipun telah memiliki segudang pengalaman profesional, Ny. Almira Try terus menunjukkan kerendahhatian dan semangat untuk belajar. Kiprahnya sebagai Assistant Fashion Designer di Dazluq Brand (2024-2025) menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang selalu ingin berkembang dan memberikan kontribusi terbaik di mana pun ia berada.
Ny. Almira Try Suhandy MS adalah bukti bahwa kreativitas tidak memiliki batas. Melalui tangan dinginnya, beliau membuktikan bahwa nilai-nilai estetika dan dedikasi organisasi dapat berjalan beriringan, menciptakan sebuah profil wanita Indonesia yang modern, cerdas, dan inspiratif.
“Kreativitas adalah jembatan yang menghubungkan tradisi dengan masa depan. Dalam setiap perannya, Ny. Almira Try terus menenun cerita tentang keindahan dan pengabdian.”












