INILAHTASIK.COM | Srikandi Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya mulai mematangkan langkah organisasi untuk memperluas kontribusinya di tengah masyarakat. Pemberdayaan warga dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab).
Rakercab Srikandi Pemuda Pancasila tersebut digelar disalah satu hotel di Jalan Yudanegara Kota Tasikmalaya, Kamis 17 September 2026.
Forum itu menjadi ruang bagi jajaran Srikandi untuk menyusun program kerja sekaligus menentukan arah kegiatan organisasi ke depan. Program yang dirumuskan diharapkan tidak hanya berhenti sebagai agenda internal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya, Edwin Adiwinata, mengatakan Rakercab menjadi momentum penting untuk memperkuat kiprah Srikandi di Kota Tasikmalaya.
“Selamat untuk Srikandi yang hari ini bisa melaksanakan rapat kerja. Mudah-mudahan menghasilkan program-program kerja ke depan agar Srikandi bisa lebih baik, khususnya untuk Tasikmalaya,” ujar Edwin.
Ia mengatakan Srikandi sebelumnya telah menjalankan sejumlah kegiatan yang turut mendukung program organisasi. Ke depan, menurut Edwin, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui program pemberdayaan yang lebih konkret.
Salah satu ruang yang dinilai memiliki peluang untuk diperkuat adalah sektor UMKM. Gagasan yang berkembang di lingkungan MPC diharapkan dapat diterjemahkan Srikandi menjadi program yang mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat.
“Harapannya apa yang sudah dibahas dan menjadi gagasan bersama bisa diimplementasikan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara yang membuka Rakercab mengingatkan para kader agar tidak menjadikan Pancasila sebatas hafalan.
Menurut Diky, nilai-nilai Pancasila justru harus terlihat dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika organisasi berinteraksi dengan masyarakat dan menyelesaikan berbagai persoalan.
“Jangan cuma bisa menghafal Pancasila, tetapi harus mampu memaknai dan memahami makna daripada Pancasila itu sendiri,” kata Diky.
Ia menjelaskan, nilai ketauhidan, keadilan dan keberadaban, persatuan, serta musyawarah perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan yang muncul, kata dia, seharusnya tidak menjadi penghalang, melainkan diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
Diky juga mendorong Pemuda Pancasila, khususnya para kader Srikandi, untuk menjadikan potensi daerah sebagai ruang berkarya. Organisasi, menurutnya, perlu menunjukkan keberadaannya melalui perbuatan dan karya yang dapat dirasakan masyarakat.
“Yang membuat kita berbeda adalah apa yang bisa kita lakukan, perbuatan baik kita. Semua manusia sama di hadapan Tuhan, begitu juga organisasi. Tetapi bagaimana kita bisa berkarya, berinovasi dan berkreasi untuk wilayah yang kita duduki,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah gagasan dan inovasi telah muncul dalam komunikasi bersama jajaran Pemuda Pancasila. Tantangannya kini adalah bagaimana gagasan tersebut diwujudkan menjadi program yang benar-benar berjalan.
“Mudah-mudahan teman-teman Pemuda Pancasila memiliki kreativitas dan inovasi yang luar biasa untuk Kota Tasikmalaya,” pungkas Diky.











