Kapolres Tasikmalaya Sambangi SMA Muhammadiyah, Ingatkan 8 Ancaman Pelajar

Ratusan pelajar SMA Muhammadiyah memadati ruangan untuk mengikuti kegiatan pembinaan yang digelar Polres Tasikmalaya. Senin (26/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Pencegahan tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba hingga judi online menjadi perhatian Polres Tasikmalaya dalam membangun karakter generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) yang menyasar pelajar SMA Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Senin 26 Oktober 2026.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi hadir langsung untuk memberikan pembinaan kepada para siswa melalui program Police Go To School. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB itu menjadi sarana kepolisian untuk mengajak pelajar lebih peduli terhadap masa depan, memahami risiko pelanggaran hukum, serta membiasakan perilaku positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam paparannya, Ade mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak ditentukan oleh popularitas atau pengakuan dari lingkungan pergaulan. Menurutnya, kedisiplinan, kemauan belajar, dan keberanian memilih tindakan yang benar merupakan bekal penting untuk meraih masa depan.

“Masa depan kalian tidak ditentukan oleh siapa yang paling populer, tetapi oleh siapa yang paling disiplin, mau belajar, dan berani mengambil keputusan yang benar,” ujar Ade di hadapan para siswa.

Ia menekankan, masa remaja merupakan periode penting dalam membentuk karakter. Karena itu, para pelajar diminta tidak mudah terbawa arus pergaulan yang berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.

Kapolres menyampaikan delapan pesan utama yang berkaitan dengan persoalan yang kerap dihadapi generasi muda.

Pertama, pelajar diingatkan untuk menjauhi tawuran dan geng motor yang mengarah pada tindakan kriminal. Siswa juga diminta tidak membawa senjata tajam serta tidak ikut dalam kelompok yang dapat membahayakan keselamatan.

Kedua, kepolisian mengajak para siswa menghentikan segala bentuk perundungan. Perilaku mengejek, merendahkan teman, hingga menyebarkan konten yang mempermalukan orang lain dinilai dapat merusak rasa aman dan hubungan sosial di sekolah.

Ketiga, pelajar diminta mewaspadai penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, judi online, serta pinjaman online ilegal. Ade mengingatkan pentingnya kemampuan menolak ajakan yang dapat menyeret generasi muda ke dalam persoalan hukum maupun masalah finansial.

Keempat, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak. Para siswa didorong untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran berita bohong, serta memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan belajar dan aktivitas produktif.

Kelima, keselamatan berlalu lintas juga menjadi perhatian. Pelajar diimbau menggunakan helm berstandar, tidak memakai knalpot yang tidak sesuai ketentuan, serta tidak memainkan telepon seluler ketika berkendara.

Keenam, siswa didorong untuk lebih fokus menuntut ilmu, mengembangkan keterampilan, berinovasi, dan mulai membangun jiwa kewirausahaan. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuka peluang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri.

Ketujuh, aspek kesehatan fisik dan mental turut menjadi pesan penting. Pelajar diingatkan menjaga pola hidup sehat, mengelola tekanan dengan baik, serta tidak ragu mencari bantuan atau berkonsultasi ketika menghadapi persoalan pribadi.

Sementara itu, pesan kedelapan berkaitan dengan penguatan akhlak dan nilai religius. Para siswa diharapkan mampu menyeimbangkan pengetahuan, keimanan, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Tasikmalaya AKP Mulyadi, Kasat Lantas AKP Trias Karso Yuliantoro, serta Kasi Propam IPTU Pujiono. Rombongan kepolisian disambut Kepala SMA Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Asri Sani Meylani bersama jajaran wakil kepala sekolah dan para guru.

Melalui program POLIDIK, Kepolisian berharap sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar pelajar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu menyaring pengaruh negatif, dan memahami tanggung jawab sebagai warga negara.

Kapolres juga mendorong kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian untuk menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak baik, dan taat hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *