Akademi Kader DMI Kota Tasikmalaya Jadi Langkah Perkuat SDM Pengelola Masjid

Tamu undangan, para pengurus DMI Kota Tasikmalaya, dan peserta foto bersama usai pembukaan kegiatan Akademi Kader DMI di RM Sambel Hejo. Sabtu (10/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya terus berupaya memperkuat peran masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan pelayanan masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengembangkan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) melalui program Galeri Mas.

Program tersebut dibarengi dengan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengurus masjid. Langkah ini dinilai penting agar pengelolaan masjid semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

Ketua PD DMI Kota Tasikmalaya, Drs. KH. Tatang Faried, menyampaikan hal itu saat ditemui di sela-sela kegiatan Akademik Kader DMI Kota Tasikmalaya di Aula RM Sambel Hejo, Sabtu 10 Oktober 2026.

Menurut Tatang, pembinaan tersebut menjadi salah satu program unggulan DMI yang melibatkan pengurus dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat daerah, kecamatan, hingga ranting.

Kegiatan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, sekitar 150 peserta yang berasal dari unsur pengurus DMI, BKMM, dan Prima DMI mengikuti pembinaan. Sementara pada hari kedua, kegiatan direncanakan melibatkan sekitar 150 peserta dari Badan Kesejahteraan Masjid (BKM).

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pengurus dalam menjalankan roda organisasi, merumuskan kebijakan, serta mengelola program masjid secara lebih terarah.

“Harapannya, pengelolaan masjid di seluruh Kota Tasikmalaya semakin maju dan meningkat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujar Tatang.

Ia mengakui, sebagian masjid masih menjalankan pengelolaan dengan pola tradisional. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan penting agar pengurus mampu mengikuti perkembangan dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Tatang menilai, masjid memiliki potensi besar untuk mengambil peran di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pelayanan kebutuhan warga.

Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan visi DMI untuk mewujudkan masjid yang berdaya dan masyarakat yang sejahtera.

Galeri Mas Jadi Wadah Layanan Masyarakat

Selain pembinaan pengurus, DMI Kota Tasikmalaya juga mulai mengembangkan BUMM melalui konsep Galeri Mas. Program ini diarahkan menjadi pusat layanan kebutuhan masyarakat sekaligus salah satu upaya membangun kemandirian ekonomi masjid.

Galeri Mas dirancang untuk menyediakan beragam layanan transaksi, di antaranya pembayaran tagihan listrik dan air, pembelian pulsa, pembayaran angsuran, serta layanan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, masjid diharapkan dapat menghadirkan kemudahan bagi warga tanpa harus selalu mendatangi bank atau lokasi pelayanan lain.

“Konsepnya seperti koperasi atau pusat layanan masyarakat. Jadi, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke bank atau tempat lain untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Dengan adanya layanan di masjid, masyarakat bisa lebih mudah dan hemat biaya,” jelasnya.

Tatang mengungkapkan, saat ini terdapat empat lokasi Galeri Mas yang sedang dalam tahap pengembangan. Ke depan, DMI berharap model usaha tersebut dapat diperluas secara bertahap ke masjid-masjid lain di Kota Tasikmalaya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan mendirikan fasilitas atau menyusun perencanaan. Setiap program harus ditopang tata kelola yang baik, perencanaan matang, serta keberlanjutan operasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Menurutnya, profesionalisme pengurus menjadi faktor penting dalam memastikan program pemberdayaan masjid dapat berjalan sesuai tujuan.

“Jangan sampai kita mendirikan sesuatu, tetapi kemudian tidak berjalan. Karena itu, pengurus masjid harus profesional, mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, dan tanggap terhadap berbagai persoalan masyarakat,” pungkas Tatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *