Bertahun-tahun Jadi Marbot, Hendi dan Agus Akhirnya Menginjak Tanah Suci

Pelepasan dua jemaah umroh marbot DMI Kota Tasikmalaya. Senin (21/9/2026)

INILAHTASIK.COM | Bertahun-tahun mengurus masjid, memastikan lantai tetap bersih, pengeras suara siap digunakan hingga berbagai aktivitas ibadah berjalan tanpa kendala. Kini, dua marbot masjid di Kota Tasikmalaya mendapat kesempatan menapakkan kaki di Tanah Suci Mekkah.

Mereka adalah Hendi, marbot Masjid Besar Kecamatan Purbaratu, dan Agus, marbot Masjid Al Huda Paseh, Kecamatan Cihideung. Keduanya terpilih mengikuti program umrah marbot hasil kerja sama perusahaan air minum Aqua dengan PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya.

Bagi para marbot, kesempatan tersebut menjadi pengalaman istimewa. Selama ini, mereka lebih banyak berada di balik layar, mengurus kebutuhan masjid dan melayani jamaah tanpa banyak mendapat sorotan.

Kini, pengabdian itu membawa mereka pada perjalanan menuju tempat yang selama ini mungkin hanya hadir dalam doa.

Pelepasan Hendi dan Agus berlangsung di Masjid PD DMI Kota Tasikmalaya, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Senin (21/9/2026). Momen tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua Umum PD DMI Kota Tasikmalaya, H Tatang Faried, mengatakan program umrah marbot merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk mengurus masjid.

“Ini merupakan bentuk penghargaan kepada marbot yang selama ini telah mendedikasikan dirinya untuk mengurus masjid,” kata Tatang.

Menurutnya, kesempatan umrah tersebut bukan hanya tentang perjalanan ke Tanah Suci. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap orang-orang yang selama ini bekerja di balik keberlangsungan aktivitas masjid.

Pada tahun sebelumnya, PD DMI Kota Tasikmalaya mendapatkan jatah satu orang marbot untuk diberangkatkan melalui program Aqua. Tahun ini, kuotanya meningkat menjadi dua orang.

Keduanya akan menjalankan ibadah umrah selama sembilan hari bersama jemaah lainnya yang diberangkatkan dalam program yang sama.

Tatang berpesan agar Hendi dan Agus menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia juga meminta keduanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbanyak amal ibadah.

“Jaga kesehatan dan manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan amaliah ibadah selama di Tanah Suci,” ujarnya.

Bertambahnya kuota umroh menjadi sinyal bahwa program penghargaan bagi marbot masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Tatang berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.

“Kalau tahun lalu satu orang, tahun ini meningkat menjadi dua orang. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih dari tiga orang,” katanya.

Tatang mengatakan, meski hingga kini baru tiga marbot yang telah diberangkatkan melalui program tersebut, setidaknya program yang dirancang bersama Aqua itu sudah mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para marbot.

“Untuk saat ini baru marbot. Ke depan mudah-mudahan bisa meningkat untuk pengurus ranting, kemudian pengurus kecamatan dan pengurus PD DMI, serta lainnya,” tutur Tatang.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat menjadi bentuk apresiasi berkelanjutan bagi orang-orang yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masjid.

Hendi dan Agus pun kini membawa doa dan harapan dari Kota Tasikmalaya menuju Mekkah. Setelah bertahun-tahun menjaga rumah ibadah dan melayani jamaah, keduanya akhirnya mendapat kesempatan menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Doa untuk perjalanan keduanya pun mengalir dari para kiai yang hadir dalam kegiatan tersebut. Harapannya sederhana, perjalanan sembilan hari itu berjalan lancar, ibadah mereka diterima, dan keduanya pulang ke Tasikmalaya dalam keadaan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *