INILAHTASIK.COM | Kabupaten Tasikmalaya dinilai memiliki potensi wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam, budaya, religi hingga bahari. Namun hingga saat ini, kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan disebut masih belum maksimal dan cenderung meningkat hanya saat musim libur panjang.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyiapkan program strategis bertajuk Visit Kabupaten Tasikmalaya 2027 melaui Disparpora untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah.
“Kami bersama Disparpora Kabupaten Tasikmalaya sedang menyiapkan dan mencanangkan program Visit Kabupaten Tasikmalaya 2027. Harapannya, momentum ini menjadi titik balik ramainya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Tasikmalaya,” ujar Cecep, Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, target tersebut cukup realistis karena Kabupaten Tasikmalaya memiliki kekayaan wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Sejumlah destinasi yang menjadi andalan di antaranya kawasan Gunung Galunggung dengan pemandian air panasnya, hamparan Kebun Teh Taraju, hingga wisata budaya Kampung Naga yang masih mempertahankan adat tradisional.
Selain itu, wisata religi di kawasan Pamijahan juga menjadi salah satu destinasi favorit peziarah dari berbagai daerah. Sementara di wilayah selatan, garis pantai Tasikmalaya disebut memiliki potensi wisata bahari yang besar untuk dikembangkan.
Cecep menilai kemajuan sektor pariwisata akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Ia mengatakan promosi wisata saat ini semakin mudah dilakukan melalui platform digital sehingga potensi wisata Tasikmalaya dapat lebih dikenal luas.
Meski demikian, Cecep mengakui masih ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas penunjang di kawasan wisata.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni kawasan Gunung Galunggung yang dinilai membutuhkan pembenahan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas dan fasilitas saat berkunjung.
“Ada kebutuhan mendesak untuk tempat menginap pengunjung, seperti wisma, penginapan, atau hotel. Ini yang perlu kita benahi ke depan,” katanya.
Untuk merealisasikan pengembangan sektor wisata, Pemkab Tasikmalaya berencana membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari stakeholder, mitra usaha hingga perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan menggandeng akademisi dan perguruan tinggi guna melakukan kajian serta penelitian terkait pengembangan destinasi wisata sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
“Langkah awal kita adalah membuat pola penanganan yang disesuaikan dengan kultur dan tradisi lokal di setiap daerah wisata. Tiap destinasi punya karakter unik, jadi pendekatan dan pembangunannya pun harus menyesuaikan potensi masing-masing,” pungkasnya.











