Unik dan Artistik, Lukisan Bambu Karya Warga Tasikmalaya Diminati hingga Luar Negeri

Beberapa lukisan wajah berbahan dasar bambu hitam hasil karya Ade Gunawan yang kini sudah tembus pasar mancanegara.

INILAHTASIK.COM | Di tangan kreatif Ade Gunawan, bambu hitam yang biasa dianggap material sederhana berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Warga Desa Kertarahayu, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya itu dikenal mampu membuat lukisan wajah dengan teknik unik, yakni mengiris kulit bambu hingga membentuk potret tokoh terkenal secara detail.

Ketertarikan Ade terhadap kerajinan bambu bermula pada 2018. Saat itu ia mencoba membuat lukisan wajah Wakil Presiden pertama RI, Bung Hatta, di atas media bambu. Meski awalnya hanya sekadar coba-coba, karya tersebut justru menjadi titik awal lahirnya usaha seni yang kini mulai dikenal luas.

“Saya memulai kerajinan bambu pada 11 September 2018. Waktu itu coba membuat gambar Bung Hatta di bambu. Awalnya kurang percaya diri dengan hasilnya, karena hanya iseng mencoba,” ujar Ade Gunawan saat ditemui di rumahnya, Kamis 14 Mei 2026.

Tak disangka, karya tersebut mendapat banyak respons positif setelah diunggah ke media sosial. Banyak warganet hingga rekan-rekannya tertarik dengan konsep lukisan wajah berbahan bambu yang dinilai unik dan berbeda dari kerajinan pada umumnya.

“Setelah diposting ternyata banyak yang suka. Banyak teman bilang hasilnya bagus dan unik, bahkan langsung minta dibuatkan juga. Dari situ saya mulai yakin kalau kerajinan ini punya nilai seni,” katanya.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, Ade mulai serius mengembangkan usahanya. Ia terus belajar memperhalus teknik ukiran dan menciptakan karya yang lebih detail agar mampu bersaing di tengah ketatnya dunia kerajinan seni.

Sejumlah tokoh nasional pun pernah dibuatkan lukisan wajah berbahan bambu oleh Ade. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Presiden terpilih Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, musisi Iwan Fals, hingga jurnalis senior Najwa Shihab.

Berkat ketekunannya, pesanan kini datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Ade mengaku pernah menerima pesanan dari Singapura dan Malaysia.

Alhamdulillah hampir setiap minggu selalu ada pesanan. Tidak hanya dari Jawa Barat atau luar Jawa, tapi pernah juga ada pemesan dari Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.

Bagi Ade, kerajinan bambu bukan sekadar sumber penghasilan. Ia menganggap karya seni yang digelutinya sebagai proses belajar yang mengajarkan kesabaran dan keyakinan bahwa sesuatu yang sederhana bisa memiliki nilai besar jika ditekuni dengan sungguh-sungguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *