Ratusan Afiliator Ikuti Program Live Streaming Maraton di Tasikmalaya, Target 50 Miliar dalam 14 Hari

Boot Camp Afiliator Tasikmalaya salah satu cara dorong pelaku UMKM dan kreator digital naik kelas.

INILAHTASIK.COM | Ratusan afiliator dan kreator digital dari berbagai daerah mengikuti program Festival Bisa Boot Camp Affiliator yang digelar di Kota Tasikmalaya, dari tanggal 13 hingga 26 Mei 2026, di Gedung PPIK, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengembangan pelaku usaha digital.

Program yang berlangsung selama 14 hari itu menargetkan peningkatan pendapatan para afiliator melalui aktivitas promosi dan penjualan di platform digital, khususnya TikTok. Para peserta akan menjalani sesi live streaming maraton selama 18 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB setiap harinya.

Plt. Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Apt. H. Asep Saepulloh S.Farm, M.PH menyebutkan, bahwa program tersebut difokuskan untuk membantu kreator yang penghasilannya masih berada di bawah Rp 250 juta agar dapat naik kelas dan memperoleh akses program lanjutan dari platform digital TikTok.

“Kita prioritaskan mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan pelaku usaha digital. Menariknya, peserta yang hadir bukan hanya dari Tasikmalaya, tetapi juga dari luar daerah,” ujar Asep, disela kegiatan pembukaan, Rabu 13 Mei 2026.

Menurutnya, selama 14 hari kedepan para afiliator dibina secara intensif dengan target transaksi yang cukup besar. Satu afiliator ditargetkan mampu menghasilkan omzet hingga Rp 250 juta selama program berlangsung.

“Kalau satu afiliator bisa mencapai Rp 250 juta dan ada sekitar 200 afiliator, berarti potensi transaksi yang berputar bisa mencapai sekitar Rp 50 miliar dalam 14 hari,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa platform TikTok disebut menyiapkan anggaran promosi hingga triliunan rupiah untuk mendukung pengembangan para kreator dan afiliator yang dinilai potensial.

TikTok sendiri menggelontorkan budget promosi kurang lebih Rp 5 triliun. Makanya kreator yang penghasilannya masih di bawah Rp 250 juta terus didorong supaya bisa naik level. Setelah melewati angka itu, program yang mereka dapatkan juga akan berbeda,” ungkap Asep.

Selain mengejar target penjualan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kemampuan pemasaran digital masyarakat, khususnya generasi muda di Tasikmalaya.

Dengan pola pelatihan intensif dan durasi live streaming panjang setiap hari, para peserta diharapkan mampu memahami strategi pemasaran digital yang efektif sekaligus memperluas jaringan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *