Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, TP PKK Kota Tasik Jalankan Program Pertanian Sistem FONi

Profesor. Budi Indra, Kepala DKP3 dan Pengurus TP PKK Kota Tasikmalaya foto bersama di lahan cocok tanam sistem FONi TP PKK Kota Tasikmalaya, Jumat 28 Agustus 2026.

INILAHTASIK.COM | Cara bercocok tanam holtikultura dengan sistem Fertigator Otomatis Nirdaya (FONi) terus dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. Budi Indra dari Institut Pertanian Bogor (IPB), salah satunya di Kota Tasikmalaya sebagai tanah kelahirannya.

Prof. Budi Indra berkolaborasi dengan pemerintah daerah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) untuk terus mengenalkan pertanian sistem FONi melalui program “Profesor Pulang Kampung”.

Sistem FONi kali ini diterapkan di lahan PKK Kota Tasikmalaya. Di lahan tersebut sudah ada sekitar 200 tanaman sejjenis sayur-sayuran ditanam. Untuk diketahui, sistem pertanian ini adalah untuk menanam holtikultura di lahan pekarangan rumah tanpa mengolah tanah, tanpa mengairi secara manual dan juga tanpa menggunakan daya listrik.

“Dengan teknologi ini Saya yakin kemandirian bisa segera diatasi. Nantinya Masyarakat tidak perlu lagi belanja hanya untuk membeli sayuran, karena sistem FONi bisa diterapkan di lahan seadanya tanpa harus punya keahlian bertani, cukup dengan memberikan bimbingan ke masyarakat,” ujarnya, di lokasi program FONi PKK Kota Tasikmalaya, Jumat 28 Agustus 2026.

Prof. Budi Indra menerangkan bahwa sistem FONi sudah diterapkannya di 20 titik se-Indonesia hingga mancanegara seperti salah satunya di Malaysia, termasuk di Kota Tasikmalaya sendiri sedikitnya sudah ada di lima titik.

Dengan demikian, ia pun mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan sistem FONi di Kota Tasikmalaya baik melalui kegiatan sosialisasi atau pun cara-cara pengenalan yang lainnya, juga dijadikan program dan kebijakan agar lebih terukur serta menjadi indikator keberhasilan bidang pertanian Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Ketua Bidang Ketahanan Pangan PKK Kota Tasikmalaya, Susilawati Sopiati, S.KM, M.Si., mengatakan bahwa pertanian sistem FONi sangat seiring dengan program yang dijalankan PKK saat ini, terutama untuk bidang Ketahanan Pangan Keluarga.

“Jadi ini sangat nyambung ya, karena kita punya program ketahanan pangan keluarga. Kita bekerjasama dengan dinas terkait untuk mengembangkan program ini. Sejauh ini kita sudah sosialisasi ke Kelompok Wanita Tani (KWT) di tingkat kecamatan dan kelurahan, tinggal nanti kita monitor ke lapangan untuk pelaksanaanya,” ucap Susilawati.

Menurutnya, penanaman dengan sistem FONi sangat mendukung terhadap program pemerintah. Prosesnya simpel dan tidak harus menggunakan media air yang banyak, sehingga bisa dilakukan oleh skala rumah tangga.

“Bagus ya. Ini simple tidak menggunakan banyak air. Harapan Saya program ini terus berkembang karena sangat baik dan mendukung terhadap program pemerintah. Ini bisa dilakukan oleh seluruh Masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada di dekat rumah. Jadi jika perlu sayuran dan apapun bisa didapat dengan gampang, tidak harus belanja ke pasar,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *