Empat Tahun Hidup dalam Gelap, Mak Engkon Terharu Terima Bantuan dari Yayasan Padi

Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera Ustad Agus Marwan saat menyerahkan bantuan beras dan uang tunai kepada Mak Engkon warga Cijerah Kawalu. Minggu (7/6/2026).

INILAHTASIK.COM | Sinar matahari sore yang menerobos celah dinding gubuk sederhana di Cijerah, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tak lagi dapat dinikmati oleh Mak Engkon. Sudah empat tahun terakhir, lansia tersebut harus menjalani hari-harinya dalam kegelapan setelah kehilangan penglihatannya.

Di usia senja, Mak Engkon tinggal bersama anak perempuan satu-satunya di rumah yang jauh dari kata mewah. Lantai semen yang sederhana, tanpa televisi dan perabot bernilai tinggi, menjadi saksi perjuangan hidup mereka. Sebuah tikar mendong kecil menjadi tempat duduk sekaligus ruang berkumpul di dalam rumah yang sederhana itu.

Minggu 7 Juni 2026, secercah kebahagiaan hadir di kediamannya. Melalui Program Save Jompo, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera menyalurkan bantuan berupa beras dan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Mak Engkon.

Kedatangan para relawan disambut hangat oleh Mak Engkon bersama sang anak. Bantuan yang diberikan mungkin tak mampu menghapus seluruh kesulitan yang dihadapi, namun setidaknya menjadi tanda bahwa masih ada kepedulian yang menyertai langkah hidupnya.

Ketua RW 003, Dion, mengapresiasi perhatian yang diberikan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera kepada salah satu warganya tersebut. Menurutnya, Mak Engkon termasuk warga yang sangat membutuhkan uluran tangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Padi Nusantara Sejahtera yang telah peduli terhadap warga kami. Mak Engkon memang sangat layak mendapatkan bantuan karena kondisi ekonominya terbatas dan saat ini juga mengalami gangguan penglihatan,” ujar Dion.

Sementara itu, Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Ustad Agus Marwan, mengaku terenyuh saat mengetahui kondisi yang dialami Mak Engkon. Baginya, kehadiran program Save Jompo merupakan bentuk kepedulian kepada para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Saya sangat tersentuh ketika melihat langsung kondisi Mak Engkon. Beliau tinggal di rumah yang sangat sederhana dan harus menjalani hari-harinya tanpa bisa melihat. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap para lansia yang membutuhkan bantuan,” kata Agus.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban hidup Mak Engkon dan keluarganya. Selain itu, ia juga memanjatkan doa agar Mak Engkon senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan.

“Kami mendoakan semoga Mak Engkon selalu diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta kesabaran dalam menjalani setiap ujian kehidupan. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan kemudahan bagi beliau dan keluarganya,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan yang dijalani, Mak Engkon mungkin tak lagi dapat melihat wajah-wajah yang datang membawa bantuan. Namun kepedulian yang hadir sore itu menjadi bukti bahwa masih banyak hati yang mampu melihat dan merasakan susah yang dialami.

Sebuah perhatian sederhana yang menghadirkan harapan bagi seorang ibu yang menghabiskan masa tuanya dalam gelap, namun tidak sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *