INILAHTASIK.COM | Kabar lolosnya tim bola voli putri Kota Tasikmalaya ke ajang Porprov Jawa Barat 2026 menjadi angin segar setelah bertahun-tahun mereka gagal menembus babak kualifikasi.
Namun di balik keberhasilan tersebut, persoalan pembiayaan menjadi tantangan tersendiri. Kondisi keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang belum memungkinkan membuat dukungan terhadap kebutuhan tim belum bisa diberikan secara maksimal.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara setelah menerima kunjungan Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Tasikmalaya, H Oman Rohman, di ruang kerjanya, Kamis 10 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, H Oman didampingi Sinta, seorang warga Kota Tasikmalaya yang sebelumnya dikenal Diky saat menghadiri peringatan HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Sudimara, RW 08, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, 22 Agustus 2026 lalu.
Diky mengungkapkan, keberhasilan tim voli putri melaju ke Porprov 2026 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Sebab, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tim putri Kota Tasikmalaya kembali mendapatkan tiket untuk tampil di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Untuk atlet putri bola voli Kota Tasikmalaya, ini sebuah keberhasilan. Setelah sekian tahun tidak pernah lolos ke Porprov, Alhamdulillah pada Porprov 2026 ini mereka bisa lolos babak kualifikasi dan mengikuti Porprov,” kata Diky.
Meski demikian, Diky mengakui pemerintah daerah belum mampu memberikan dukungan pembiayaan secara optimal. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Ketua PBVSI Kota Tasikmalaya yang secara mandiri ikut menopang kebutuhan tim.
“Kami mengapresiasi Pak H Oman selaku Ketua PBVSI yang secara mandiri membackup pembiayaan untuk tim bola voli,” ujarnya.
Menurut Diky, persoalan tersebut sebelumnya sempat menjadi bahan candaan dirinya bersama H Oman. Ia bahkan berkeinginan mencarikan pihak yang bersedia menjadi orang tua asuh atau sponsor bagi tim voli putri Kota Tasikmalaya.
“Saya sempat bilang ke Pak H Oman, saya akan ikhtiar mencari bapak atau ibu angkat bagi tim voli,” tutur Diky.
Upaya itu perlahan menemukan titik terang. Pertemuan Diky dengan Sinta dalam kegiatan di Karikil ternyata membuka peluang baru. Sinta disebut memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga bola voli di Kota Tasikmalaya dan berpotensi menjadi sosok yang membantu kebutuhan tim.
“Hikmah saya menghadiri acara di Karikil, saya bisa bertemu dengan Ibu Sinta. Alhamdulillah, Bu Sinta siap membantu dan berpotensi menjadi ibu angkat,” katanya.
Diky bahkan menyebut Sinta bukan sosok baru dalam dunia bola voli Tasikmalaya. Kepeduliannya terhadap perkembangan olahraga tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.
“Ternyata Ibu Sinta sudah lama menjadi ibu bagi pervolian Tasik, selain Pak Haji Oman,” tambahnya.
Dukungan terhadap olahraga bola voli itu juga bakal diwujudkan melalui agenda pertandingan yang direncanakan berlangsung pada 7 November 2026 mendatang di Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut disebut akan dikemas dengan level pertandingan yang setara dengan atmosfer Proliga, dengan hadiah menarik seperti mobil dan sepeda motor listrik.
Diky berharap, pertemuan antara Pemkot Tasikmalaya, PBVSI dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap olahraga dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Diky juga menyerahkan cenderamata dari Pemerintah Kota Tasikmalaya serta piagam yang kemudian diserahkan kepada Pengcab PBVSI Kota Tasikmalaya melalui H Oman.
“Ini tentu tidak sebanding dengan apa yang sudah dan akan diperjuangkan oleh Bu Sinta. Tetapi saya dan Pak H Oman berharap kerja sama ini segera terjalin demi Kota Tasik dan atlet-atlet voli Tasikmalaya,” ungkapnya.
Terkait target tim pada Porprov 2026, Diky memilih tidak memberikan tekanan berlebihan kepada para atlet. Menurutnya, keberhasilan menembus Porprov setelah penantian panjang sudah merupakan prestasi yang patut dibanggakan.
“Saya tidak akan membebani mereka dengan target. Buat saya, bisa lolos untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun saja sudah merupakan prestasi luar biasa,” katanya.
Ia pun berpesan agar para atlet tetap menikmati proses dan berjuang maksimal saat membawa nama Kota Tasikmalaya di ajang Porprov Jawa Barat 2026.
“Terus berjuang dan raih prestasi terbaik untuk diri sendiri dan untuk Kota Tasikmalaya,” pungkas Diky.











