Pemkab Tasikmalaya Gandeng Institut Alam Rimba, Perkuat Program Tasik Hejo

Kepala Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Deden Ramdhan Nugraha saat menerima audiensi pengurus Institut Alam Rimba Puncak Suji di kantornya dalam rangka membahas kerjasama pelestarian lingkungan. Rabu (8/7/2026).

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat upaya pelestarian lingkungan dengan menggandeng Institut Alam Rimba Puncak Suji sebagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut ditandai melalui audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 8 Juli 2026.

Pertemuan itu menjadi tindak lanjut atas pengajuan kerja sama yang disampaikan Institut Alam Rimba beberapa hari sebelumnya. Sinergi ini diarahkan untuk mendukung berbagai program di bidang konservasi, pengelolaan sampah, pertanian berkelanjutan, hingga pendidikan lingkungan berbasis masyarakat.

Delegasi Institut Alam Rimba dipimpin Dewan Penasehat Irman Hirdasah bersama jajaran pengurus, di antaranya Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran Randika, Koordinator Divisi Konservasi dan Lingkungan Agus Sudarsono, Koordinator Divisi Kemitraan dan Humas Shepia Nur Latifah, serta Koordinator Divisi Pertanian Berkelanjutan Persada Sagala.

Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, menyatakan pemerintah daerah menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, program-program yang dimiliki Institut Alam Rimba sejalan dengan arah pembangunan berwawasan lingkungan yang tengah dijalankan Pemkab Tasikmalaya.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Dukungan moral, arahan, bahkan peluang dukungan program hingga pendanaan pada prinsipnya terbuka, tentu melalui mekanisme perencanaan yang berlaku. Banyak program Institut Alam Rimba yang bisa disinergikan dengan program pemerintah,” ujar Deden.

Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang komunikasi yang intensif agar berbagai rencana kerja sama dapat segera diwujudkan secara terarah dan sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan tersebut, Deden juga memaparkan dua program prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi, yakni Jalan Kasep dan Tasik Hejo.

Program Jalan Kasep difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang aman dan nyaman dalam dua tahun ke depan, termasuk perbaikan puluhan ruas jalan strategis.

Sementara, lanjut dia, Tasik Hejo diarahkan pada gerakan penghijauan, rehabilitasi kawasan tangkapan air, penguatan Agen Hijau di tingkat desa, serta pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Menurut Deden, keberadaan Institut Alam Rimba diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Program Tasik Hejo, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman musim kemarau.

Salah satu fokus kerja sama yang akan dikembangkan adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. DPUTRLH berencana membangun kawasan percontohan sebagai pusat edukasi agar masyarakat dapat melihat langsung praktik pengelolaan sampah yang baik.

“Persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya ditangani di tempat pembuangan akhir. Perubahan harus dimulai dari rumah tangga. Karena itu kami ingin menghadirkan kawasan percontohan sebagai media edukasi, dan kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian serta kapasitas di bidang lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran Institut Alam Rimba Puncak Suji, Randika, mengapresiasi sambutan positif yang diberikan DPUTRLH. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis alam.

“Dukungan ini menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan pendidikan lingkungan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Kami siap berkolaborasi dalam berbagai program yang mendukung kelestarian alam,” ujarnya.

Audiensi ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menyusun program kerja bersama, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan agar dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan daerah yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *