INILAHTASIK.COM | Wakili Wali Kota Tasikmalaya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, dr Uus Supangat, menghadiri puncak peringatan Milad ke-69 SMA Negeri 1 Tasikmalaya, Rabu 17 September 2025. Dirinya yang juga alumni SMA Negeri 1, mengungkapkan rasa bangganya bisa hadir pada puncak peringatan milad ke-69 SMA Negeri 1, sebagai SMA Negeri pertama di Tasikmalaya.
“Bangga bisa hadir disini. Hari ini bertepatan dengan milad ke-69 SMA Negeri 1. Kita tahu bahwa SMA Negeri 1 Tasikmalaya ini merupakan lembaga pendidikan SMA Negeri yang pertama dibentuk di Tasikmalaya,” ucap Uus.
Ia juga mengku bangga dengan berbagai prestasi yang sudah diraih. Uus menyebut, banyak alumni SMA Negeri 1 Tasikmalaya yang sudah berkiprah di tingkat nasional, provinsi maupun daerah. Ada Kepala BUMN, ada yang berkiprah di provinsi, ada yang menjadi Wali Kota, Kepala Dinas, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, DPRD Provinsi, bahkan DPR-RI.
“Ini suatu hal yang membanggakan, satu legacy yang telah ditinggalkan oleh SMAN 1 Tasikmalaya yang sudah teruji, terbukti, berkomitmen, dan berkontribusi dalam pembangunan, khususnya bidang pendidikan,” kata Uus.
Ia berharap, apa yang sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, ke depan bisa lebih di tingkatkan lagi. Model pendidikan bisa terus ditingkatkan lagi, metode pendidikan pun demikian perlu di kembangkan lagi, sehingga ke depan akan lebih efektif, efisien, dan berkakter.
“Kita tahu bahwa hari ini dunia modernisasi dunia IT itu luar biasa. Kami berharap di SMAN 1 tidak hanya bertumpu pada teknologi terkini, tapi juga terus mengembangkan model-model klasik, model-model conventional berdasarkan literasi dan bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
Menurutnya, penting untuk terus mengembangkan budaya literasi. Ia melihat di SMA Negeri 1 Tasikmalaya sudah ada pojok literasi. Pihaknya berharap budaya literasi berbasis keaktifan membaca buku, berdiskusi, berdialog secara offline, secara langsung bisa terus di kembangkan.
“Mudah-mudahan ke depan SMAN 1 Tasikmalaya tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tapi spirit question, emosional question, rasa kebangsaan, attitude, dan akhlaknya bisa mendapat sentuhan-sentuhan lebih maksimal lagi,” pungkasnya.











