Usai Dilantik, PERBAKIN Tasikmalaya Langsung Bersiap Hadapi Porprov XV Jabar

Ketua Umum Pengkab PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya, H. Demi Hamzah Rahadian, S.H, M.H, menerima bendera pataka PERBAKIN usai resmi dikukuhkan. Minggu (20/9/2026).

INILAHTASIK.COM | Tak punya banyak waktu untuk berbenah. Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya yang baru dilantik langsung membidik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat sebagai ujian pertama untuk membuktikan hasil pembinaan atlet.

Pelantikan berlangsung di InCoffe and Resto, Kabupaten Sumedang, Minggu (20/9/2026). Selain Kabupaten Tasikmalaya, kepengurusan PERBAKIN Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Garut, dan Sumedang turut dikukuhkan dalam agenda tersebut.

Ketua Harian Pengprov PERBAKIN Jawa Barat, Chepy Haryanto, menekankan bahwa legalitas kepengurusan harus diikuti dengan program pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, proses pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Pembibitan dan peningkatan prestasi harus berjalan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi dan nasional.

“Program PERBAKIN harus diselaraskan dengan KONI di daerah. Kita juga membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan prestasi serta dukungan sponsor yang mempunyai kepedulian terhadap kemajuan cabang olahraga menembak,” ujar Chepy.

Ketua Umum Pengkab PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya, H. Demi Hamzah Rahadian, S.H, M.H, mengatakan pelantikan menjadi awal bagi seluruh pengurus untuk membuktikan kinerja organisasi.

Ia menegaskan, setelah struktur kepengurusan mendapatkan legalitas, tidak ada alasan bagi jajaran pengurus untuk menunda program kerja. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas latihan, serta persiapan menghadapi kompetisi harus segera dijalankan.

“Pelantikan adalah awal dari pelaksanaan tanggung jawab organisasi. Setelah memperoleh legalitas, para pengurus harus segera bekerja dan menghadirkan program nyata bagi pembinaan atlet serta peningkatan prestasi olahraga menembak,” kata Demi.

Salah satu target terdekat adalah Porprov XV Jawa Barat. Untuk menghadapi ajang tersebut, pihaknya mulai memetakan potensi atlet, meningkatkan intensitas latihan, mempersiapkan pelatih, hingga memastikan kebutuhan peralatan pendukung.

Demi menilai pembenahan organisasi tidak boleh berjalan sendiri. Penguatan struktur kepengurusan harus berdampak langsung terhadap klub dan atlet yang menjadi ujung tombak prestasi.

Karena itu, ia ingin legalitas organisasi yang baru diperoleh tidak berhenti pada administrasi, tetapi diterjemahkan menjadi program yang benar-benar mendukung perkembangan atlet.

Dalam menjalankan roda organisasi, PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya membawa semangat “Tasik Membidik Nitik” sebagai salah satu arah pembinaan.

Semangat tersebut menggambarkan pentingnya ketepatan sasaran dalam menyusun program, mulai dari perencanaan, proses latihan hingga target prestasi.

“‘Tasik Membidik Nitik’ bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat untuk membangun organisasi yang solid dan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kita membidik dengan perencanaan, berlatih dengan kedisiplinan, dan mencapai sasaran dengan ketepatan,” tegas Demi.

Tak hanya membangun kekuatan internal, pihaknya juga membuka ruang kerja sama dengan lima Pengkab lain yang dilantik dalam kesempatan yang sama.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada latihan bersama, penyelenggaraan kejuaraan antar daerah, serta peningkatan kapasitas pelatih dan juri. Langkah tersebut diharapkan ikut memperluas pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.

Sementara itu, pembinaan atlet PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui prestasi atlet Dede dari klub SHSC Cikatomas pada Kejuaraan Piala Panglima.

Dede berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak untuk Kabupaten Tasikmalaya.

Capaian tersebut menjadi tambahan modal sekaligus pemacu bagi PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya untuk meningkatkan pembinaan menjelang Porprov XV Jawa Barat.

Demi berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada satu atlet. Prestasi Dede diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet lainnya untuk meningkatkan disiplin latihan dan berani bersaing di level yang lebih tinggi.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi atlet lainnya. Kita ingin semakin banyak atlet Tasikmalaya yang mampu berbicara di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *