INILAHTASIK.COM | Kepedulian terhadap keluarga nelayan yang tertimpa musibah kecelakaan laut ditunjukkan Polres Tasikmalaya dengan menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban di Kampung Karanganyar, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 24 Oktober 2026.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi sebagai bentuk dukungan kepada keluarga yang tengah berduka setelah dua nelayan meninggal dunia akibat kecelakaan laut di perairan selatan Tasikmalaya.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, kehadiran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, terutama ketika ada warga yang tertimpa musibah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus memberikan dukungan moril agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan ini,” ujar Ade.
Menurutnya, musibah yang menimpa para nelayan tersebut menjadi duka bersama, khususnya bagi masyarakat pesisir Cipatujah yang menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.
Penyaluran bantuan itu turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Tasikmalaya, personel Polsek Cipatujah, jajaran Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), serta Ketua Himpunan Nelayan setempat, Dedi Mulyadi.
Dedi mengapresiasi langkah kepolisian yang memberikan perhatian langsung kepada keluarga yang terdampak musibah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penguat bagi keluarga korban di tengah suasana kehilangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polres Tasikmalaya. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban, terutama saat mereka masih berusaha bangkit dari duka akibat kehilangan anggota keluarganya,” kata Dedi.
Diketahui, kecelakaan laut yang merenggut nyawa dua nelayan itu terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat kejadian, perahu nelayan bernama Pahala Kencana yang ditumpangi Ending (56), Welly (38), dan Budi Andriana (30) sedang dalam perjalanan menuju daratan setelah memasang jaring ikan layur.
Nahas, ketika perahu berada sekitar 100 meter dari bibir pantai, gelombang tinggi menghantam kapal hingga terbalik. Kondisi malam yang gelap membuat situasi semakin sulit bagi para nelayan untuk menyelamatkan diri.
Budi Andriana berhasil bertahan hidup setelah berupaya mencapai pantai dan mendapat pertolongan warga yang mendengar teriakannya. Sementara Ending dan Welly sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Melalui penyaluran bantuan sosial ini, Kapolres berharap keluarga korban mendapatkan dukungan untuk melewati masa sulit sekaligus memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat pesisir.











