INILAHTASIK.COM | Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya justru menghadirkan terobosan melalui pengelolaan limbah domestik menjadi produk pembersih lantai ramah lingkungan.
Inovasi tersebut diberi nama Eco Enzyme Karbo (EMBOL) dan berhasil mengantarkan seorang pegawainya meraih penghargaan ASN Berprestasi Tingkat Kabupaten Tasikmalaya 2026.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, RSUD KHZ Musthafa menghasilkan timbulan sampah dalam jumlah besar setiap bulannya. Namun kondisi tersebut tidak membuat rumah sakit berhenti berinovasi.
Melalui Tim Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL), berbagai program pengurangan sampah terus dikembangkan untuk mendukung gerakan Tasik Hejo dan target Zero Waste Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pengelolaan sampah dimulai dari pemilahan, pengomposan, hingga pemanfaatan limbah organik menjadi cairan eco enzyme. Bahan bakunya berasal dari sisa kulit buah, sayuran, serta limbah organik Instalasi Gizi yang setiap hari mencapai sekitar 20 hingga 30 kilogram.
Tenaga Sanitasi Lingkungan RSUD KHZ Musthafa, Donni Pujiyono, menjelaskan bahwa limbah organik tersebut di fermentasi selama tiga bulan bersama air dan molase untuk menghasilkan cairan eco enzyme yang memiliki sifat antiseptik.
“Sampah organik dari instalasi gizi kami manfaatkan menjadi eco enzyme melalui proses fermentasi sederhana. Selain mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS rumah sakit, inovasi ini juga membantu menghemat anggaran pembelian bahan kebersihan hingga jutaan rupiah,” ujar Donni.
Inovasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk turunan berupa cairan pembersih lantai yang dinamai EMBOL. Produk ini dibuat dengan memadukan eco enzyme bersama bahan pendukung lainnya sehingga menghasilkan karbol yang siap digunakan.
Sebelum diterapkan secara luas, EMBOL terlebih dahulu melewati serangkaian pengujian, mulai dari uji fisik hingga uji laboratorium di laboratorium yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Hasilnya menunjukkan cairan tersebut efektif menurunkan jumlah kuman pada permukaan lantai.
Keberhasilan itu mengantarkan Donni Pujiyono meraih Peringkat III ASN Berprestasi Kabupaten Tasikmalaya 2026 kategori Inovasi melalui karya bertajuk Inovasi Cairan Pembersih Lantai Eco Enzyme (EMBOL).
Kepala Instalasi Sanitasi RSUD KHZ Musthafa, Sriyani, mengatakan produk tersebut telah digunakan dalam operasional rumah sakit selama sekitar enam bulan dengan hasil yang memuaskan.
“EMBOL sudah kami gunakan selama kurang lebih enam bulan. Hasilnya sangat baik dan kualitasnya tidak kalah dibandingkan produk pembersih lantai yang selama ini kami beli di pasaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penunjang Non Klinik RSUD KHZ Musthafa, Vinna Puspitawaty, menilai inovasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
“Ke depan kami berharap EMBOL menjadi produk kebanggaan RSUD KHZ Musthafa sekaligus salah satu produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya. Harapannya tidak hanya digunakan di rumah sakit, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Hj. Eli Hendalia M.H.Kes, memberikan apresiasi kepada Tim Sanitasi dan Donni Pujiyono atas inovasi yang berhasil mengubah limbah rumah sakit menjadi produk bernilai guna.
“Kami bersyukur inovasi ini mendapat pengakuan melalui penghargaan ASN Berprestasi. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang telah memberikan apresiasi terhadap karya tim sanitasi kami yang mampu mengolah sampah rumah sakit menjadi produk karbol pembersih lantai bernama EMBOL,” kata dr. Eli.
Ia berharap inovasi tersebut terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung program pengurangan sampah di Kabupaten Tasikmalaya.











