INILAHTASIK.COM | Seorang remaja putri berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku kelas X sekolah menengah kejuruan (SMK) dilaporkan hilang di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Hingga Minggu (11/10/2026), keberadaan remaja tersebut belum diketahui setelah meninggalkan tempat kosnya tanpa memberi kabar kepada keluarga.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, membenarkan adanya laporan orang hilang yang disampaikan ibu korban. Berdasarkan laporan tersebut, keluarga telah kehilangan kontak dengan korban selama beberapa hari.
“Benar, kami menerima laporan dari ibu korban yang menyampaikan bahwa anaknya sudah hilang selama enam hari,” kata Heru, saat di konfirmasi, Minggu 11 Oktober 2026.
Korban diketahui tinggal di sebuah tempat kos di kawasan Simpang, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Selama menetap di kos tersebut, korban menjalani aktivitasnya sebagai pelajar SMK.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, korban diduga meninggalkan kos pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban disebut hendak membeli makanan di warung nasi.
“Pada Jumat, 2 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, korban diduga pergi meninggalkan kos tanpa memberitahukan kepada orang tuanya,” ujar Heru.
Kepergian korban yang tidak disertai kabar membuat keluarga khawatir. Pihak keluarga sempat berupaya mencari keberadaan remaja tersebut secara mandiri selama beberapa hari, tetapi belum membuahkan hasil.
Setelah upaya pencarian tidak menemukan titik terang, ibu korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bantarkalong. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya.
“Laporan orang hilang diterima di Polsek Bantarkalong dan kami langsung berkoordinasi. Anggota juga turun tangan untuk melakukan pencarian terhadap korban,” tutur Heru.
Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengatakan pihaknya terus berupaya menelusuri keberadaan remaja tersebut.
Menurut Josner, pencarian dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia guna membantu menemukan korban.
“Kami saat ini sedang melakukan penelusuran keberadaan korban dengan segala sumber daya yang ada. Mohon doanya agar korban segera ditemukan,” kata Josner.
Adapun ciri-ciri fisik korban berdasarkan keterangan kepolisian, yakni memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter, rambut hitam keriting, mata sipit, dan kulit putih. Ketika terakhir diketahui meninggalkan kos, korban mengenakan sandal slop berwarna hitam.
Sementara itu, ciri pakaian yang dikenakan korban belum dapat dipastikan karena korban tinggal sendiri di tempat kosnya.
Polres Tasikmalaya mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan remaja tersebut agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian.
“Bagi warga yang melihat atau mengetahui keberadaan korban, silakan menghubungi Polsek Bantarkalong atau Polres Tasikmalaya,” pungkas Heru.











