Pemkab Tasikmalaya Benahi Wajah Ibu Kota, Sampah hingga PKL Jadi Sasaran Penataan

Sejumlah pegawai Pemkab Tasikmalaya tengah melakukan aksi bersih bersih di komplek gedung Bupati usai apel gabungan. Senin (12/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat penataan kawasan ibu kota kabupaten, Singaparna, melalui gerakan kebersihan lingkungan, pembenahan infrastruktur, hingga penertiban pedagang kaki lima (PKL).

Upaya tersebut tidak hanya menyasar kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga kawasan publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pengelolaan sampah dari sumbernya hingga rencana pengembangan tempat pengolahan sampah terpadu turut menjadi bagian dari agenda penataan.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan, pembenahan wajah ibu kota kabupaten harus dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan trotoar, penataan kawasan Alun-alun Singaparna, serta pemeliharaan kebersihan lingkungan menjadi beberapa hal yang mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Kami menginstruksikan Pak Sekda dan Asda III untuk menata dan membersihkan wajah Kabupaten Tasikmalaya. Jangan membuang sampah sembarangan, dan PKL juga ditata supaya lebih rapi,” kata Cecep saat ditemui di Kantor Bupati Tasikmalaya, Jalan Bojongkoneng, Senin 12 Oktober 2026.

Menurut Cecep, gerakan bersih-bersih lingkungan juga terus didorong agar tidak hanya berlangsung di kawasan pusat pemerintahan. Kegiatan tersebut digelorakan setiap Jumat dan diperluas hingga ke tingkat kecamatan.

Dengan langkah itu, pemerintah daerah berharap kesadaran menjaga kebersihan menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Kurniawan, Ak, CA, menjelaskan, kegiatan apel pagi yang dilanjutkan dengan kerja bakti di lingkungan Gedung Bupati (Gebu) merupakan bagian dari implementasi program prioritas kepala daerah, yakni Tasik Hejo.

Program tersebut mengusung filosofi 3L, yaitu jaga Lembur, jaga Leuweung, dan jaga Leuwi, yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan permukiman, kelestarian hutan, serta kawasan perairan.

“Aktivitas ini memang terlihat sederhana, seperti apel pagi dan menjaga kebersihan lingkungan. Namun, ini merupakan penjabaran dari filosofi 3L yang dicanangkan pak Bupati, yakni jaga lembur, jaga leuweung, dan jaga leuwi,” ujar Kurniawan, kepada wartawan, Minggu 11 Oktober 2026.

Ia mengatakan, lingkungan perkantoran yang bersih dan rindang perlu dipelihara bersama. Selain menjadi tempat bekerja bagi aparatur sipil negara (ASN), kawasan Gebu juga dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan melakukan aktivitas lainnya.

Karena itu, gerakan kebersihan diarahkan untuk membangun kepedulian kolektif terhadap lingkungan, sekaligus menjadi langkah awal membenahi tata kelola sampah di Kabupaten Tasikmalaya.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan, gerakan kebersihan telah digalakkan sejak awal kepemimpinannya bersama Bupati Cecep Nurul Yakin. Namun, pelaksanaannya kini semakin diarahkan pada penanganan sampah yang lebih terstruktur.

“Sejak awal kepemimpinan Cecep dan Asep, gerakan ini sudah digelorakan. Sekarang semakin ditingkatkan, termasuk bagaimana menata sampah agar tidak menjadi gangguan pemandangan maupun menimbulkan polusi udara,” kata Asep.

Kurniawan menambahkan, salah satu fokus pemerintah daerah adalah mengubah pola penanganan sampah yang selama ini cenderung bertumpu pada tempat pembuangan akhir.

Masyarakat dan lingkungan perkantoran didorong memilah sampah sejak dari sumbernya. Kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai maupun kebun juga perlu dihentikan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih besar.

Pemkab Tasikmalaya turut menyiapkan pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta mendukung rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Salah satu rencana yang disiapkan adalah peningkatan fungsi TPA Nangkaleah menjadi fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern. Sampah nantinya diharapkan tidak hanya berakhir sebagai timbunan, tetapi dapat dipilah dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, termasuk Refuse Derived Fuel (RDF).

“Jika sebelumnya sampah di TPA Nangkaleah hanya dibuang dan dibakar, nantinya akan kita pilah dan olah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti RDF. Insya Allah, peletakan batu pertama pembangunan TPST Nangkaleah diikhtiarkan mulai Januari mendatang,” ungkap Kurniawan.

Pengolahan terpadu tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, menekan kebutuhan lahan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi baru.

Selain kebersihan dan pengelolaan sampah, penataan kawasan Singaparna juga mencakup area di sekitar saluran irigasi yang melintasi kompleks perkantoran Gebu.

Kurniawan menyebut, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kebersihan saluran air tersebut. Warga maupun pelaku usaha di sekitar kawasan diharapkan tidak membuang sampah ke irigasi serta menjaga lingkungan di sepanjang alirannya.

Ke depan, kawasan yang tertata dan bersih itu diproyeksikan dapat terintegrasi dengan zona kuliner bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang kaki lima.

Konsep tersebut diharapkan mampu menyelaraskan penataan ruang publik dengan pengembangan ekonomi kerakyatan. Dengan penataan yang terencana, aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat maupun fungsi saluran irigasi.

“Gerakan ini bermuara pada terbangunnya ekosistem lingkungan yang terjaga, flora dan fauna lestari, udara bersih, serta bergeraknya roda perekonomian rakyat secara berkesinambungan,” tutur Kurniawan.

Upaya pembenahan kawasan Singaparna mendapat tanggapan positif dari warga. Aris, salah seorang warga, menilai perubahan di sejumlah titik mulai terlihat, meskipun masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah daerah.

“Walaupun masih banyak pekerjaan rumah, paling tidak sekarang sudah mulai tertata. Seperti kawasan alun-alun dan sekitar Pasar Singaparna, sekarang lebih enak dilihat,” ujar Aris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *