INILAHTASIK.COM | Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Minggu 1 Februari 2026, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu aktivitas warga. Salah satunya terjadi di ruas Jalan penghubung Ciawi–Singaparna, tepatnya di Kampung Cikasasah dan Kampung Bantar Payung, Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, saat dua pohon berjenis kisabun dan rambutan tumbang dan melintang di badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur vital tersebut sempat terganggu.
Penanganan cepat langsung dilakukan oleh BPBD, Tagana, Damkar, PLN, Polsek Leuwisari, serta dibantu warga setempat. Pohon tumbang berhasil dievakuasi dan kondisi lalu lintas kembali normal. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyampaikan bahwa kejadian pohon tumbang tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan tersebar di beberapa wilayah akibat intensitas hujan dan angin yang cukup kuat.
“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa kecamatan. Personel Tagana langsung bergerak ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan memastikan keselamatan warga,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya terdapat empat titik kejadian pohon tumbang pada hari yang sama, yakni, Pohon tumbang menimpa ruas Jalan Ciawi–Singaparna di Kampung Cikasasah, Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang.
Kemudian, lanjut Jembar, pohon tumbang juga menimpa jalan desa dan warung seblak milik warga di Kampung Bantar Payung, Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang.
Kejadian serupa juga terjadi di Kampung Warujajar, Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, hingga menutup akses jalan di wilayah tersebut. Selain itu, pohon tumbang menimpa area Makam Keramat Nyi Ratu Dewi Sumili Galunggung di Kampung Padakembang, Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar terutama saat hujan. Segera lapor jika terjadi kondisi darurat agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.











