INILAHTASIK.COM | Lembaga Swadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI) menggelar Jambore dan Pelatihan Kepemimpinan bagi pengurus dan anggota di RM Alamanda, Kompleks Situ Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu 12 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar LSM PADI untuk memperkuat soliditas sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan para pengurus dan anggota dalam menjalankan roda organisasi.
Tidak hanya dikemas dalam suasana kebersamaan, jambore tersebut juga diisi dengan materi dan aktivitas yang mendorong peserta untuk membangun komunikasi, kekompakan, kedisiplinan serta kemampuan mengambil keputusan.
Ketua LSM PADI, Iwan Restiawan, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk membangun kualitas sumber daya manusia di internal organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat tidak cukup hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga membutuhkan kader yang mampu bekerja sama dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Jambore ini bukan sekadar kegiatan berkumpul atau rekreasi. Kami ingin pengurus dan anggota mendapatkan pembekalan tentang kepemimpinan, kekompakan, tanggung jawab, serta bagaimana membangun organisasi yang lebih solid,” ujar Iwan.
Ia menuturkan, kepemimpinan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan organisasi. Setiap pengurus maupun anggota, kata dia, harus memiliki rasa tanggung jawab dan mampu menempatkan kepentingan organisasi serta masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Seorang pemimpin bukan hanya soal posisi atau jabatan. Kepemimpinan itu tentang keteladanan, tanggung jawab dan kemampuan mengajak orang lain bergerak bersama. Nilai-nilai itulah yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan ini,” katanya.
Iwan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang evaluasi sekaligus penyegaran bagi seluruh pengurus dan anggota LSM PADI.
Terlebih, suasana alam di kawasan Situ Panjalu dinilai memberikan ruang yang lebih rileks bagi peserta untuk berinteraksi dan membangun komunikasi di luar rutinitas organisasi.
“Kami ingin seluruh pengurus dan anggota semakin dekat, tidak ada sekat dan bisa saling menguatkan. Dari kebersamaan inilah kami berharap lahir gagasan-gagasan baru untuk kegiatan PADI ke depan,” ucapnya.
Menurut Iwan, kegiatan organisasi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, penguatan internal melalui pelatihan kepemimpinan dinilai penting agar setiap anggota memiliki bekal ketika terjun dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“PADI harus terus hadir dan memberikan manfaat. Untuk bisa melakukan itu, internal organisasi harus kuat terlebih dahulu. Karena itu kami mulai dari membangun kekompakan, meningkatkan kapasitas dan memperkuat rasa tanggung jawab seluruh anggota,” tutur Iwan.
Ia menambahkan, Jambore dan Pelatihan Kepemimpinan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diperoleh peserta selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
“Harapan kami, setelah kembali dari kegiatan ini, semuanya membawa semangat baru. Lebih solid, lebih disiplin dan semakin siap menjalankan program-program PADI untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.











