INILAHTASIK.COM | Musim kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Di Desa Jayapura, banyak sumber mata air milik warga mengering sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Tak hanya untuk mengairi sawah dan kolam, warga kini bahkan harus berjuang mendapatkan air untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, seorang pemuda bernama Tino (30) memanfaatkan peluang dengan menjadi penjual air bersih keliling. Setiap pagi sejak pukul 06.00 WIB, ia mengangkut jeriken berisi air menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan pesanan warga dari rumah ke rumah.
“Alhamdulillah, sehari bisa terjual sekitar 30 sampai 45 jeriken,” ujar Tino saat ditemui tengah mengantar pesanan ke Warung Nasi milik Rita, Rabu 22 Juli 2026.
Air yang dijual berasal dari satu-satunya mata air yang hingga kini masih mengalir meski lokasinya cukup jauh dari permukiman warga. Satu jeriken berkapasitas sekitar 30 liter dijual dengan harga Rp 3.000. Dalam sekali pemesanan, warga umumnya membeli sedikitnya enam jeriken.
Tino mengaku usaha tersebut baru dijalaninya sekitar satu bulan terakhir, seiring semakin sulitnya masyarakat memperoleh air bersih.
“Awalnya saya cuma mengambil air untuk kebutuhan sendiri. Lama-lama ada tetangga yang minta dibawakan, terus makin banyak yang pesan. Sekarang hampir setiap hari harus keliling mengantar air,” katanya sambil tersenyum.
Keberadaan Tino pun menjadi solusi bagi warga yang terdampak kekeringan. Meski harus mengeluarkan biaya tambahan, mereka mengaku sangat terbantu karena tidak perlu berjalan jauh mencari sumber air.
“Sekarang memang harus beli, tapi kami merasa sangat terbantu. Saya sendiri setiap hari membeli enam jeriken untuk kebutuhan di warung dan di rumah,” kata Rita, seorang pelanggan.
Warga berharap musim kemarau segera berakhir agar sumber-sumber air yang mengering kembali mengalir. Mereka juga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu penyediaan air bersih apabila kondisi kekeringan terus berlanjut.











