Kirab Mahkota Binokasih di Kampung Naga Batal, Warga Kecewa Meski Gubernur Dijadwalkan Berkunjung

Sejumlah persiapan menyambut kirab budaya Mahkota Binokasih dilakukan warga, terlihat puluhan janur kuning tampak sudah berdiri kokoh disepanjang jalan yang akan jadi rute kirab.

INILAHTASIK.COM | Rencana pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang semula akan digelar di kawasan wisata adat Kampung Naga, Senin 4 Mei 2026, dipastikan batal. Keputusan mendadak ini mengejutkan berbagai pihak, terutama masyarakat yang telah melakukan persiapan sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Desa Neglasari, Sobirin, mengungkapkan bahwa informasi pembatalan tersebut diterima saat rapat persiapan bersama unsur Muspida di Bale Desa Tanjungsari, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Iya, tidak jadi dilaksanakan di Kampung Naga,” ujarnya singkat.

Pembatalan tersebut sontak memupus antusiasme warga Desa Neglasari dan Tanjungsari yang sebelumnya berharap dapat menyambut langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Informasi itu pun cepat menyebar, baik dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial, sehingga memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Seorang warga mengaku kecewa atas keputusan yang dinilai tiba-tiba tersebut. Ia menyebut warga telah bergotong royong membersihkan lingkungan selama beberapa hari demi menyambut acara.

“Kami sudah hampir empat hari bersih-bersih jalan dan lingkungan karena ingin menyambut Pak Gubernur. Tapi tiba-tiba dibatalkan,” katanya dengan nada kecewa.

Kekecewaan serupa juga dirasakan masyarakat Kampung Adat Naga. Punduh Kampung Naga, Bah Otoy, menyebut kedatangan gubernur dianggap sebagai kehormatan besar bagi warga adat.

“Bagi kami, gubernur itu tamu agung yang harus kami hormati. Kami sangat bangga jika bisa bertemu langsung, tapi mendadak tidak jadi, tentu kami sangat kecewa,” ungkapnya.

Diketahui, kirab yang mengusung tema Kampung Naga Mapag Bagja itu sebelumnya direncanakan mengambil rute dari Desa Tanjungsari menuju Kampung Naga di Desa Neglasari. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena faktor teknis, terutama kondisi jalan yang dinilai tidak memadai untuk menampung jumlah peserta.

Seorang warga lainnya, Atep, menjelaskan bahwa jalur menuju lokasi terlalu sempit jika harus dilalui ribuan peserta kirab.

“Katanya jalan dari Tanjungsari ke Kampung Naga kecil, sementara peserta bisa sampai seribuan orang. Dikhawatirkan terjadi kemacetan panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cecep Nurul Yakin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembatalan tersebut. Pesan itu disampaikan langsung kepada Kepala Desa Neglasari.

“Pak Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada warga Neglasari dan Tanjungsari. Namun, Pak Gubernur tetap menyatakan akan berkunjung ke Kampung Naga,” kata Sobirin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aparat kepolisian dan unsur Muspida terlihat bersiaga di kawasan Lapangan Upacara Setda Kabupaten Tasikmalaya sejak Minggu sore. Lokasi tersebut kini menjadi titik pelaksanaan kirab pengganti.

“Iya, untuk kegiatan kirab yang semula di Kampung Naga dipindahkan ke sini,” ujar salah satu anggota kepolisian.

Adapun rute kirab terbaru direncanakan dimulai dari kompleks kampus Universitas Cipasung di Jalan Ciawi-Singaparna menuju Pendopo perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya, di Jalan Bojong Koneng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *