INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengoptimalkan penyelenggaraan festival lampu Lumiland di kawasan Taman Dadaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya itu diharapkan membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat sekitar.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan membuka festival tersebut pada Jumat, 09 Oktober 2026 malam. Lumiland menghadirkan sekitar lima juta lampu LED dengan sembilan tema atraksi di area seluas kurang lebih satu hektare.
Penyelenggaraan festival ini sejalan dengan program Tasik PELAK atau Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Kewilayahan. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat UMKM, mengembangkan sektor pariwisata, dan memperluas kesempatan kerja.
Viman mengatakan, Lumiland diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Aktivitas pengunjung berpotensi meningkatkan transaksi perdagangan, terutama bagi pedagang makanan, pelaku usaha lokal, dan penyedia jasa parkir.
“Dengan adanya festival lampu Lumiland ini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat, mulai dari UMKM yang berjualan di sekitar, sektor parkir, dan lainnya. Ini momentum untuk kebahagiaan bersama dan ekonomi bersama,” ujar Viman.
Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan wisata perlu diiringi dengan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Kawasan Dadaha dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi melalui perdagangan, kuliner, dan berbagai jasa pendukung.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap meningkatnya kunjungan selama festival dapat membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat. Meski demikian, dampak ekonomi tersebut bergantung pada tingkat kunjungan serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam kegiatan di sekitar lokasi.
Target 100.000 pengunjung
Komisaris PT Lumiland, Eko Ardi Nugraha, menjelaskan, festival tersebut berlangsung selama 38 hari, mulai 9 Oktober hingga 15 November 2026. Kegiatan ini menghadirkan sembilan tema atraksi, antara lain planet luar angkasa, dunia binatang, ubur-ubur, dan lorong cinta.
Penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 90.000 hingga 100.000 orang selama festival berlangsung. Target itu mengacu pada penyelenggaraan Lumiland di Kota Kediri yang disebut menarik sekitar 80.000 pengunjung.
Untuk menikmati atraksi tersebut, pengunjung dewasa dikenai tiket masuk Rp 35.000, sedangkan anak-anak membayar Rp 25.000. Anak berusia di bawah tiga tahun dapat masuk secara gratis.
Penyelenggara juga menyiapkan 50.000 tiket gratis bagi siswa sekolah dasar kelas satu hingga kelas enam. Tiket tersebut akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mulai Senin (12/10/2026).
Selain siswa SD, fasilitas masuk gratis diberikan kepada guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta guru mengaji dengan menunjukkan identitas yang berlaku di loket. Eko menyebutkan, pemberian tiket gratis bagi guru merupakan inisiatif Wali Kota Tasikmalaya sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik.
Dari sisi operasional, Lumiland membutuhkan daya listrik sekitar 30.000 watt. Penyelenggara bekerja sama dengan PLN Kota Tasikmalaya dan UPTD Dadaha serta menyediakan generator set sebagai sumber listrik cadangan. Instalasi lampu dirancang untuk penggunaan di luar ruangan dengan perlindungan terhadap air dan menggunakan arus searah atau DC.
Dorong manfaat ekonomi bagi warga
Melalui penyelenggaraan Lumiland, Pemkot Tasikmalaya berharap pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Program Tasik PELAK menjadi salah satu kerangka untuk mendorong agar aktivitas tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal.
Viman mengajak masyarakat Kota Tasikmalaya dan daerah sekitarnya mengunjungi Lumiland bersama keluarga. Pemerintah kota berharap festival tersebut dapat memeriahkan peringatan hari jadi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan Dadaha.
Keberhasilan upaya itu nantinya dapat dilihat dari kemampuan kegiatan wisata dalam meningkatkan transaksi usaha, memperluas pasar UMKM, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.











