Maulid Nabi di Ar-Rahmah Jadi Sorotan, PRIMA DMI Bicara Masa Depan Anak Muda Tasikmalaya

KOMPAK: Pengurus DKM Ar Rahmah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ibu ibu Majelis Taklim dan pengurus PR PRIMA DMI Ar Rahmah saat wisuda santri magrib mengaji. Sabtu petang (12/9/2026).

INILAHTASIK.COM | Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Di tangan pengurus dan masyarakat yang peduli, masjid juga bisa menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan remaja.

Semangat itulah yang terlihat dalam Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar DKM Ar-Rahmah di Perum Mega Mutiara Tasik Regency (MMTR), Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (12/9/2026).

Kegiatan yang mendapat apresiasi dari Pimpinan Daerah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PD PRIMA DMI) Kota Tasikmalaya tersebut tidak hanya diisi tausiyah. Momentum Maulid Nabi sekaligus dirangkaikan dengan Imtihan Santriwan-Santriwati Magrib Mengaji DKM Ar-Rahmah tahun kedua.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Pagi sampe sore, diisi dengan Imtihan Maghrib mengaji, penampilan tari, hafalan, nadhom, Khotmil Qur’an, pidato, puisi. Maghrib – selesai, rangkaian acara berlanjut dengan berbagai penampilan, mulai dari tari, qasidah Majelis Ta’lim Ar-Rahmah hingga penampilan anak-anak.

Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh KH. Ujang Hadad yang mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Ketua PD PRIMA DMI Kota Tasikmalaya, Encep Iik Muzakir S.H, mengatakan kegiatan yang digelar DKM Ar-Rahmah menunjukkan bahwa keberadaan masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, perpaduan antara peringatan Maulid Nabi dan kegiatan Magrib Mengaji merupakan langkah positif karena anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan Al-Qur’an, tetapi juga dibiasakan beraktivitas di lingkungan masjid.

“Kami sangat mengapresiasi DKM Ar-Rahmah dan masyarakat yang konsisten menghidupkan masjid melalui pendidikan, pembinaan anak-anak dan kegiatan syiar Islam,” kata Encep, kepada wartawan, Minggu siang, 13 September 2026.

Ia menilai momentum Maulid Nabi seharusnya mampu mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan masjid, Al-Qur’an dan keteladanan Rasulullah SAW.

“Maulid Nabi jangan berhenti pada peringatan saja. Ini harus menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan masjid,” ujarnya.

Encep juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program Magrib Mengaji. Baginya, pendidikan keagamaan sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter anak di tengah berbagai tantangan zaman.

“Anak-anak bukan hanya perlu bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga perlu tumbuh dalam lingkungan yang baik, mengenal masjid dan memiliki ikatan sosial dengan masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

PRIMA DMI Kota Tasikmalaya, lanjut Encep, memiliki perhatian terhadap penguatan organisasi remaja masjid hingga tingkat lingkungan. Kehadiran remaja masjid dinilai penting agar anak muda memiliki ruang positif untuk berkegiatan, belajar dan mengembangkan kreativitas.

“Masjid jangan hanya ramai ketika ada kegiatan besar. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masjid hidup setiap hari dan menjadi tempat anak-anak serta remaja tumbuh, belajar, berkegiatan dan membangun masa depannya,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya mendorong agar keberadaan organisasi remaja masjid tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan DKM. Remaja diharapkan terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan hingga pengembangan kreativitas pemuda.

Ketua Panitia sekaligus Pembinan Pimpinan Ranting PRIMA DMI Ar-Rahmah, Amir Mahmud menilai kegiatan Maulid Nabi dan Magrib Mengaji menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat.

Mulai dari remaja masjid, DKM, majelis taklim, tokoh masyarakat, pemerintah hingga jamaah dapat membangun kebersamaan melalui kegiatan yang berpusat di masjid.

Keberadaan PRIMA DMI di tingkat ranting pun diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang partisipasi bagi generasi muda dalam menghidupkan kegiatan kemasjidan.

Encep Iik berharap apa yang dilakukan DKM Ar-Rahmah dapat menjadi contoh bahwa masjid bisa memainkan peran lebih luas sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pendidikan, pembinaan generasi muda dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada satu malam peringatan, tetapi terus berlanjut dalam aktivitas sehari-hari yang membuat masjid tetap hidup dan generasi muda semakin dekat dengan nilai-nilai Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *