Pemkot Tasikmalaya Pastikan Kesiapan 1.358 Jemaah Hadapi Puncak Haji

Gambar pelaksanaan wukuf di arafah bagian dari rangkaian puncak ibadah haji.

INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kota Tasikmalaya memantau secara langsung kesiapan jemaah haji menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Dari Makkah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menggelar rapat koordinasi daring bersama petugas haji dan perwakilan kloter asal Kota Tasikmalaya, Minggu sore, 24 Mei 2026 waktu Arab Saudi.

Pertemuan yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya itu dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau, mulai dari kesehatan, kesiapan teknis ibadah, hingga komunikasi dengan keluarga di tanah air.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji sehingga seluruh petugas diminta memberikan pendampingan maksimal kepada jemaah.

“Sebagai kepala daerah, saya ingin memastikan jemaah haji Kota Tasikmalaya dalam keadaan sehat, bahagia, siap melaksanakan puncak haji, dan mendapatkan pendampingan terbaik dari seluruh petugas,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah jemaah haji asal Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 1.358 orang yang tersebar di beberapa kelompok terbang, di antaranya Kloter 4, 20, dan 28. Secara umum kondisi jemaah dinyatakan siap mengikuti rangkaian Armuzna, meski ada beberapa orang yang masih menjalani perawatan kesehatan.

Perwakilan Kloter 28 melaporkan satu jemaah masih dirawat di rumah sakit dan terus dipantau bersama petugas kesehatan Arab Saudi. Selain itu, petugas kloter juga telah menyiapkan kebutuhan medis, obat-obatan, serta koordinasi teknis pelaksanaan wukuf dan perjalanan menuju Mina.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Viman meminta agar jemaah yang sakit mendapat perhatian khusus dan perkembangan kesehatannya rutin diinformasikan kepada keluarga di daerah.

“Tolong ditemani, didampingi, dan dipantau. Yang paling utama, kabari keluarganya di Kota Tasikmalaya, karena keluarga pasti khawatir dan ingin mengetahui kondisi terakhir,” katanya.

Sementara itu, Kloter 20 melaporkan adanya sejumlah jemaah yang masih dalam penanganan medis dan ada yang belum dapat melanjutkan perjalanan. Petugas disebut terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan layanan kesehatan Arab Saudi.

Adapun Kloter 4 dilaporkan dalam kondisi relatif lengkap dan sehat. Beberapa jemaah yang sebelumnya sempat dirawat kini sudah kembali bergabung dengan rombongan setelah mendapatkan penanganan medis.

Selain menyoroti kondisi kesehatan, Wali Kota Viman juga meminta seluruh petugas memastikan jemaah memahami teknis pergerakan selama Armuzna, mulai dari perjalanan menuju Arafah, Muzdalifah, Mina hingga pelaksanaan jumrah dan tawaf.

“Sampaikan kepada jemaah dengan detail. Jangan sampai jemaah kebingungan. Pastikan mereka tahu harus ke mana, kapan bergerak, apa yang perlu dibawa, dan bagaimana kondisi lapangan di Armuzna,” tegasnya.

Ia menilai kejelasan informasi teknis sangat penting untuk mengurangi kecemasan jemaah, terutama bagi lansia dan mereka yang membutuhkan pendampingan khusus.

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengingatkan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar administratif, melainkan amanah besar dalam membantu jemaah menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Bapak dan Ibu petugas haji adalah bagian penting yang memastikan jemaah kita bisa menjalankan ibadah dengan baik, selamat, dan mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta penguatan penyampaian informasi kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika agar keluarga jemaah di tanah air tetap memperoleh perkembangan terbaru secara akurat dan menenangkan.

Viman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, dan KBIH yang terus mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga menjelang puncak ibadah haji.

“Mudah-mudahan seluruh jemaah haji Kota Tasikmalaya diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat, menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *