Pohon Pete Tumbang Tutup Jalur Tasikmalaya-Garut, Arus Lalu Lintas Lumpuh

Pohon peuteuy selong berukuran cukup besar tetiba tumbang hingga menutup total ruas Jalan Tasikmalaya-Garut. Jumat (30/10/2026).

INILAHTASIK.COM | Ancaman bencana akibat cuaca hujan mulai membayangi jalur penghubung Tasikmalaya-Garut. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan melintang di tengah badan jalan, tepatnya di Kampung Citeguh, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB atau menjelang pelaksanaan Shalat Jumat itu sempat membuat warga sekitar panik. Pohon jenis peuteuy selong tersebut roboh secara tiba-tiba hingga menutup seluruh badan jalan.

Wahidin, seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku sempat mengira terjadi kecelakaan lalu lintas ketika mendengar suara benturan cukup keras.

“Suaranya keras sekali. Awalnya saya mengira ada tabrakan, ternyata setelah dilihat ada pohon cukup besar yang tumbang ke tengah jalan,” ungkap Wahidin.

Saat kejadian, Wahidin tengah berjalan menuju masjid untuk menunaikan Shalat Jumat. Sejumlah warga lainnya yang mendengar suara keras juga langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di sekitar pohon tumbang.

Kekhawatiran warga cukup beralasan. Pasalnya, pohon dengan diameter kurang lebih sebesar pinggang orang dewasa itu roboh tepat di jalur utama yang saat itu masih dilintasi kendaraan dari kedua arah.

“Saya sempat takut ada kendaraan yang tertimpa pohon karena jatuhnya persis di tengah jalan. Apalagi saat itu kendaraan yang melintas cukup ramai,” tuturnya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada kendaraan maupun pengguna jalan yang tertimpa pohon. Namun, batang pohon beserta ranting dan material tanah yang ikut terangkat bersama akarnya membuat jalur Salawu menuju Garut maupun arah sebaliknya tidak dapat dilalui.

Akibatnya, antrean kendaraan dari kedua arah mengular dan arus lalu lintas mengalami kemacetan cukup panjang.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, jajaran Polres Tasikmalaya bergerak cepat menuju lokasi. Personel Satuan Samapta bersama Satuan Lalu Lintas langsung melakukan penanganan dan evakuasi pohon tumbang dengan melibatkan masyarakat setempat.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, dirinya telah menginstruksikan anggota agar segera merespons setiap laporan masyarakat, terutama kejadian yang membutuhkan penanganan darurat.

“Kami langsung memerintahkan anggota untuk mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Setiap informasi yang masuk harus segera ditindaklanjuti agar masyarakat mendapatkan penanganan dengan cepat,” tegas Ade Papa Rihi.

Menurutnya, kecepatan personel dalam merespons kejadian di lapangan menjadi bagian penting dari pelayanan kepolisian, terlebih ketika masyarakat menghadapi situasi bencana atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Prinsipnya, saya selalu menekankan kepada seluruh anggota agar senantiasa hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik. Apalagi ketika terjadi bencana, kehadiran polisi sangat dibutuhkan untuk membantu penanganan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *